Beranda PEMERINTAHAN Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Terakreditasi B

Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Terakreditasi B

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Perpustakaan Kabupaten (Perpuskab) Sumbawa mulai terakreditasi di tahun 2020 ini. Dari asistensi yang dilakukan Lembaga Akreditasi Perpustakaan Perpusnas RI, Perpuskab Sumbawa mendapatkan sertifikat akreditasi B.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Sumbawa, Hasbullah, S.Pd membenarkan telah terakreditasinya Perpuskab Sumbawa. Sertifikat akreditasi B diperoleh beberapa bulan yang lalu.

“Kita Perpustakaan Kabupaten Sumbawa sudah akreditasi. Sejak lama, baru sekarang akreditasi. Kita akreditasi B sekarang (tahun 2020, red),” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/9).

Berita Terkait:  Tingkatkan Layanan Telekomunikasi, Bupati Sumbawa Surati Operator dan Kementerian

Dijelaskannya, dalam proses akreditasi ini, awalnya terdapat isian formulir yang harus dilengkapi. Bukti pendukung dan lampirannya dikirim ke lembaga akreditasi Perpusnas pada Februari lalu. Selanjutnya dilakukan asistensi oleh tim akreditasi dari pusat di Perpustakaan Provinsi. Dalam asistensi tersebut ternyata masih terdapat instrument yang keliru. Diantaranya dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dinilai tumpang tindih. Kemudian anggaran terlalu rendah untuk pembiayaan perpustakaan. Sehingga, Perpuskab Sumbawa mendapatkan akreditasi B.

“Ada tiga tingkat akreditasi, dari C, B, sampai A. Ternyata dari akreditasi itu, kita baru tahu bahwa kita masih sangat kurang. Ada banyak yang dinilai, dan kita mendapatkan akreditasi B,” terangnya.

Berita Terkait:  Capai 95 Persen, PLTMG Badas Segera Beroperasi 

Setelah mendapat akreditasi ini, lanjutnya, maka akan mempermudah Perpuskab dalam mendapatkan bantuan dari pemerintah dan lembaga swasta lainnya. Tentunya apa yang telah diperoleh akan terus di tingkatkan ke depannya. Karena Perpuskab Kabupaten merupakan perpustakaan Pembina yang akan membina perpustakaan semua desa, kelurahan, sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Mudah-mudahan ke depan kita dongkrak lagi, karena perpustakaan kabupaten menjadi perpustakaan Pembina yang akan membina semua perpustakaan. Di semua desa ada 157 dan 8 kelurahan, SD sampai perguruan tinggi harus kita bina perpustakaannya,” pungkasnya. (red) 

Berita Terkait:  Astaga, Logo NTB Dicatut!