Beranda PEMERINTAHAN Pemprov NTB Siap di Vaksin

Pemprov NTB Siap di Vaksin

BERBAGI

MATARAM — Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Forkopimda, Pejabat Teknis yang menangani Kesehatan dan Tokoh Agama atau Tokoh masyarakat akan divaksin COVID19. Rencananya, vaksinasi ini akan dilakukan di Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB pada Rabu, 14 Januari 2020.

Ini sambil menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) yang sesuai kaidah akademis dan standar WHO. Komitmen keseriusan itu dinyatakan dalam rapat persiapan pelaksanaan pemberian vaksin perdana yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Provinsi NTB, Senin (11/1).

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi mengungkapkan, bahwa Pemprov akan menjadi garda terdepan dan akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat mengenai vaksin COVID19.

Berita Terkait:  Dinilai Penuhi Syarat, Kabupaten Lombok Selatan Layak Terbentuk

“Apa yang kita lakukan adalah wujud negara hadir sebagai garda terdepan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat kita mengambil peran perdana untuk melakukan vaksin COVID19 ini,” tutur kata Sekda yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas COVID19 NTB.

Gita kerap Sekda NTB disapa juga berharap, masyarakat tidak paranoid dan menganggap vaksin ini berbahaya. Terlebih dengan telah dikeluarkannya fatwa MUI tentang kehalalan dan kesuciannya, sambil menunggu izin penggunaan dari BPOM.

Menurutnya, melalui vaksinasi perdana ini diharapkan masyarakat dapat percaya tentang keamanan vaksin sinovac serta yakin tentang pentingnya vaksinasi. Mengingat pandemi COVID19 sudah memasuki gelombang kedua.

Berita Terkait:  Wagub Motivasi Kaum Disabilitas dan Perempuan NTB

Sehingga, ia mengimbau agar berbagai informasi hoax dan tidak benar dapat diminimalisir agar tidak menimbulkan ketakutan. “Kita perangi hoax-hoax ini agar tidak diterima begitu saja oleh masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr Nurhandini Eka Dewi memaparkan kesiapan teknis vaksinasi perdana. Dikatakannya, sebelum dilakukan vaksinasi akan dilakukan proses skreening terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik. Karena, ada 15 penyakit yang jika seseorang memilikinya, maka ia tidak dapat diberikan vaksin COVID19. “Kita betul–betul akan melakukan cek up awal agar tidak terjadi mis,” jelas Dokter Eka.

Adapun beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin COVID19, yakni pernah terkonfirmasi menderita COVID19, ibu hamil dan menyusui. Kemudian menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung.

Berita Terkait:  Pangdam Tinjau Lokasi Kunker RI-2 di Lombok

Bahkan penderita penyakit autoimun, penderita penyakit saluran pencerna kronis, penderita penyakit hipertiroid, penderita penyakit kanker, penderita diabetes melitus, penderita HIV dan penderita penyakit turberkulosis.

Oleh karena itu, pihaknya telah mempersiapkan 400 vaksinator dari tenaga kesehatan yang berasal dari RSU Provinsi NTB, RSAD, RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram. “Persiapan vaksinator yang dilatih, hari ini sudah masuk ke pelatihan kedua sampai tanggal 13 sudah selesai pelatihannya,” demikian Kadikes NTB. (red)