Beranda PEMERINTAHAN Pemda Usulkan Anggaran Pembebasan Lahan Bendungan Kerekeh

Pemda Usulkan Anggaran Pembebasan Lahan Bendungan Kerekeh

BERBAGI
Kepala Bagian (Kabag) Pertanahan Setda Sumbawa, Khairuddin.

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemkab Sumbawa terus berupaya untuk merealisasikan bendungan Kerekeh yang berlokasi di Dusun Ai Ngelar Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes. Saat ini persiapan untuk pengusulan anggaran pembebasan lahan tengah diusulkan.

Kabag Pertanahan Setda Sumbawa, Khairuddin kepada wartawan mengatakan, pihaknya diperintah Bupati untuk menggelar sosialisasi dari rencana pembangunan bendungan dimaksud. Sehingga tahap awal dilakukan pertemuan dengan para pihak terkait termasuk BWS NT I di aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa.

“Bupati memerintahkan ke kami untuk segera mempersiapkan segala hal, beliau ingin langsung yang akan turun mensosialisasikan ke masyarakat. Karena beliau mengapresiasi agar ini bisa sukses. Sehingga kita adakan rapat tadi, bagaimana kerangka berfikirnya, bagaimana perkembangan izin-izin Bendungan Kerekeh apakah sudah tuntas atau bagaimana,” ujarnya, Selasa (3/9).

Berita Terkait:  Awal Puasa, Gubernur NTB Rombak Sejumlah Pejabat

Dari pertemuan itu, ungkap Her-akrabnya disapa, pihak BWS yang berperan untuk melakukan sosialisasi terkait rencana lokasi dan lainnya. Sehingga diketahui Feasibility Study (FS) sudah ada, termasuk saat ini sedang dalam proses untuk studi analisis dampak lingkungan (Amdal).

“Jadi tadi BWS sendiri yang mengekspose berapa dampak kenanya, berapa luas lahan yang bisa teririgasi, dan lainnya. Tadi juga ada di ekspose perkembangan amdalnya. Sudah kelihatan perkembangannya, tinggal ada rekomendasi semacam PKPRD dan semacam batas-batas kawasan yang riil di lapangan seperti apa,” terangnya.

Berita Terkait:  Diskominfotik NTB Diminta Kawal SPBE dan Publikasi Program NTB Gemilang

Terhadap hal ini, Pemda Sumbawa mulai mempersiapkan rencana pembebasan lahan di tahun 2020. Meskipun sejauh ini belum diketahui pasti berapa anggaran yang dibutuhkan untuk total pengadaannya.

“Luas lahan irigasinya sekitar 4.500 hektar. Itu ada sawah sekitar 60 hektar, ada tegalan, dan kawasan yang terkena langsung dampaknya. Yang jelas mekanismenya nanti sama kayak Beringin Sila. Jadi proses yang kita lakukan mulai dari perencanaan, persiapan, sampai nanti pembebasan lahannya ya langkah-langkah itu. Kita juga mengurus izin lingkungannya, urus izin IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) yang terkena dampak. Kawasan itu kita bayar ke negara, dan lainnya,” tandasnya.

Berita Terkait:  Gubernur NTB: Silaturrahmi Antar Umat Beragama Ciptakan Kedamaian

Dalam pengadaan lahan ini nanti, Pemda Sumbawa bekerjasama dengan Kanwil BPN Provinsi NTB. Karena menurut aturan yang berlaku, pengadaan lahan yang luasnya diatas 5 hektar dilakukan oleh kanwil BPN.

“Kenapa ini penting, karena ketika pergantian kepemimpinan di BWS, jadi ada komunikasi Kepala BWS sebelumnya dengan Pak Bupati, bahwa ada PR besar yang sangat strategis untuk di tuntaskan di Sumbawa, yaitu Bendungan Kerekeh. Kenapa strategis, karena ada beberapa manfaat bila itu dilaksanakan. Mulai dari pengendali banjir diSumbawa untuk masa depan, penyediaan air baku atau air bersih, penyediaan irigasi, serta pariwisata. Sehingga sangat strategis untuk di sukseskan,’’ pungkasnya. (NM3)