Beranda PEMERINTAHAN Parah! Bangun Camp di Dodo, Ternyata AMNT Belum Kantongi IMB

Parah! Bangun Camp di Dodo, Ternyata AMNT Belum Kantongi IMB

BERBAGI
Keterangan Foto : Nampak aktivitas yang sedang berlangsung dengan sejumlah camp yang dibangun oleh pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di wilayah Blok Elang, Doro Rinti.

“Tarunawan : Yang Jelas Itu Pelanggaran!”

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) diketahui adalah perusahaan yang membeli kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT).

Selain masih terfokus di Batu Hijau (Kabupaten Sumbawa Barat), berbagai aktivitas lainnya juga dilakukan oleh AMNT tepatnya di Wilayah Blok Elang, Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa.

Antara lainnya, mulai menggalakkan pembangunan camp yang kini sudah berdiri di areal tersebut. Namun sayangnya, perusahaan tambang terbesar di NTB itu belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Padahal, seharusnya AMNT sebagai perusahaan besar dapat memberikan contoh baik bagi sejumlah perusahaan lainnya yang ada di NTB, khususnya di Kabupaten Sumbawa sendiri.

Kepada NUSRAMEDIA.COM, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa, Tarunawan mengaku geram dengan sikap PT AMNT yang hingga kini belum mengurus IMB, namun sudah mulai melakukan aktivitas diwilayah tersebut (Pembangunan Camp).

“Untuk pembangunan camp itu, jadi memang benar dia (AMNT) belum keluar IMB nya, kalau izin pertambangan kan pusat, bukan urusan kita. Nah, sedangkan urusan kita terkait dengan IMB,” ujarnya, Senin (1/4).

Terkait persoalan ini, Tarunawan juga mengaku sudah bersurat kepada piha AMNT untuk segera mengurus IMB. Namun, hal itu tidak digubris oleh perusahaan tambang tersebut.

“Kita juga sudah tegur dia (Bersurat ke AMNT tahap I) untuk tidak melakukan aktivitas dulu sebelum mengantongi IMB,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian Sumbawa ini.

Kepengurusan IMB menurutnya sangatlah penting. Karena perihal tersebut sudah tertera jelas dan diatur oleh Undang-Undang (UU). Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengurus izin.

Berita Terkait:  Sambut MotoGP 2021, Pemprov Bangun Rumah Sakit Khusus di Mandalika

“Mereka kan perusahaan besar. Seharusnya bisa menjadi contoh bagi yang lain. Teguruan pertama tidak di indahkan, segera kita bersurat lagi. Supaya mereka segera menyelesaikan dulu izin nya sebelum melaksanakan aktivitas,” tegas Kepala DPMPTSP Sumbawa.

“Insya Allah, besok (Selasa 2/4) kita akan bersurat (teguran kedua) lagi. Yang jelas itu pelanggaran,” demikian Tarunawan menambahkan.

*AMNT MEMILIH UNTUK BUNGKAM*

Guna mengetahui kejelasan akan hal ini, sebelumnya media ini telah berupaya menghubungi  pihak AMNT melakukan konfirmasi sehingga tidak menimbulkan suatu hal yang tidak jelas kebenarannya terkait informasi yang beredar persoalan aktivitas maupun IMB.

Sayangnya, pihak Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sendiri memilih untuk bungkam dan terkesan menghindar ketika dikonfirmasi.

Pertama, Senior Manager Social Responsibility PT AMNT, yakni Syarafuddin Jarot yang dihubungi seakan lepas tangan dengan memberikan tanggapan singkat.

“Kalau masalah itu, coba hubungi saja mbak Ida atau mas Arie,” ketus Jarot sembari memutus sambungan telepon.

Upaya lain konfirmasi juga dilakukan, Baiq Idayani selaku Superintenden Media Relations and Specialist Project PT AMNT tidak sama sekali menjawab malah mengalihkan setiap panggilan.

Tak hanya itu, Departemen Communication) PT AMNT, yaitu Arie Burhan yang dihubungi beberapa kali baik sambungan langsung telepon hingga WhatsApp memilih untuk tidak merespon.

Sementara ia baru saja aktif melalui akun social medianya yakni Facebook sempat membuat suatu status. Namun hingga kini tak ada satupun pihak AMNT yang memberikan tanggapan terkait persoalan IMB tersebut.

*DEWAN PERTANYAKAN IMB PIHAK AMNT*

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa, Rosihan, SE mempertanyakan terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT).

Berita Terkait:  Segera Diumumkan, Hasil CPNS Sumbawa Terpenuhi 215 Formasi

Pasalnya, ia mengaku sejauh ini banyak menerima laporan dari masyarakat akan aktivitas perusahaan yang baru saja membeli kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) itu. Terutama soal pembangunan camp di areal pertambangan wilayah Dodo Rinti.

“Kami menilai ada sesuatu yang belum sepenuhnya di laksanakan oleh pihak PT. AMNT, terutama terkait IMB yang ada di lokasi pertambangan tersebut. Karena berdasarkan pantauan dan laporan dari beberapa masyarakat yang berada di wilayah Dodo, dan beberapa foto bangunan yang diperlihatkan ke saya secara pribadi, bahwa patut dan wajar di curigai dari bangunan dan camp-camp yang ada di wilayah itu masih ada yang belum di urus dan di buat IMB nya,” kata Rosihan, Jum’at (29/3) lalu.

“Untuk itu kami akan mengkonfirmasi hal ini ke pihak PUPR dan Dinas terkait yang menerbitkan perizinan bangunan dan camp dari pihak PT. AMNT demi menjaga bocornya PAD Sumbawa, yang sesungguhnya sangat bermanfaat untuk  Kabupaten Sumbawa,” tambahnya lagi.

Sekretaris Fraksi Bintang Keadilan DPRD Sumbawa itu juga mengaku, bahwa dirinya sangat tidak setuju dengan adanya perusahaan tambang emas di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, keberadaan tambang hanya dapat menimbulkan berbagai persoalan dikemudian harinya. Terutama soal kelestarian hutan, lingkungan hingga sosial masyarakat.

“Terus terang saya paling tidak setuju dengan adanya perusahaan tambang emas di Sumbawa. Karena dengan adanya tambang emas ini sangat merugikan kelestarian hutan kita, lingkungan kita dan sosial masyarakat kita. Tapi, karena pertambangan emas ini sudah menjadi keputusan pemerintah pusat, maka mau tidak mau kita harus tunduk dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat,” kata Rosihan.

Berita Terkait:  APBD–P NTB TA 2019 Diketok

IMB kata politisi asal PKS yang dikenal cukup vocal tersebut, menerangkan bahwa izin tersebut sangat bermanfaat bagi daerah, seperti retribusi dari pembuatan IMB untuk beberapa bangunan dan camp dari PT AMNT di wilayah Dodo Rinti.

Sebagai tindak lanjut dan keseriusan dalam persoalan ini, Han mengaku pihaknya (Komisi III DPRD Sumbawa, Red) akan segera turun ke lokasi bersama Pemda Sumbawa melakukan kroscek secara langsung di lapangan terkait beberapa bangunan dan camp yang ada di areal pertambangan tersebut.

“Kami di Komisi III DPRD bersama Pemda Sumbawa akan turun melihat secara langsung. Apakah benar IMB nya sudah terbit dan apakah sudah sesuai dengan lokasi serta gambar yang di ajukan ke Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Sebab lanjutnya, bila hal tersebut tidak sesuai berdasarkan permohonan dan fakta di lapangan maka patut di duga pihak PT. AMNT telah melanggar peraturan yang berlaku terutama dengan Perda Bangunan Gedung Pemda Sumbawa.

Disisi lain, Han mengaku dengan keberadaan tambang tidak menjamin memberikan manfaat yang dignifikan kepada masyarakat, terutama di Sumbawa.

“Bagi saya, belum ada manfaat yang signifikan yang dirasakan oleh masyarakat Sumbawa. Justru mudaratnya yang lebih besar. Karena seharusnya dengan adanya tambang emas di wilayah daerah ini, maka lapangan pekerjaan akan terbuka dan bertambah serta terselesaikan, perekonomian masyarakat terutama daya beli masyarakat akan meningkat bila memang perusahaan tersebut benar-benar ingin membantu masyarakat Kabupaten Sumbawa,” tandasnya. (NM1)