Beranda PEMERINTAHAN OPD Diminta “Peka” Tangani Keluhan Masyarakat

OPD Diminta “Peka” Tangani Keluhan Masyarakat

BERBAGI
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat diwawancarai awak media usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD NTB, beberapa waktu lalu. (Foto : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Belakangan ini, Pemerintah Provinsi NTB melalui Aplikasi NTB Care menerima cukup banyak pengaduan atau keluhan masyarakat. Tercatat sejak 1 hingga 7 Juni 2019 lalu, menerima ada 21 pengaduan/keluhan. Antara lain, seperti dari Monta, Dompu.

Inak Juji mengadu kepada Gubernur NTB dan Bupati Dompu tentang penderitaannya sejak 3 tahun terakhir. Perempuan berusia (65) tahun itu, mengidap penyakit kanker yang menggerogoti bibirnya.

Lantaran faktor biaya, ia mengaku hanya berobat seadanya. Karena itu, melalui NTB Care, ia berharap Pemprov/Pemkab Dompu dalam hal ini Gubernur dan Bupati Dompu untuk
memberikan bantuan dana.

Kendati demikian, setelah dilakukan klarifikasi oleh admin NTB Care melalui koordinasi Dinas Kesehatan NTB, dengan Dokter Puskesmas setempat, diketahui bahwa yang bersangkutan sudah pernah dirujuk dan mendapat layanan medis di RSU Sanglah Bali.

Dimana fasilitas pengobatan gratis melalui Kartu JKN. Namun yang bersangkutan kemudian meminta pulang secara paksa, dengan alasan desakan sosial ekonomi keluarga.

Sebagai warga yang tergolong pra sejahtera, kiranya dapat dimaklumi, menjadi simalakama bagi keluarga lain, jika harus kehilangan penghasilan untuk fokus mengurusnya berobat jauh di Bali.

Karenanya, keluarga akhirnya lebih memilih untuk memulangkan secara paksa, dan saat ini hanya mendapatkan perawatan dan pemantauan medis dari puskesmas setempat. Terlebih lokasi rumahnya sangat dekat dengan puskesmas.

Aduan lainnya, lebih banyak terkait infrastruktur jalan rusak dan permintaan bantuan pembangunan embung penampung air bersih di dusun Tompo Jaya Dompu, gundulnya Hutan di Sumbawa, Dompu dan Bima sebagai akibat perilaku perambahan/illegal loging, serta janji proyek Listrik Tenaga Surya untuk Penerangan Jalan di desa Keli Woha Kabupaten Bima.

Namun hingga kini tidak ada kejelasan. Ada juga pengaduan dari seorang pedagang ternak, yang merasa dipersulit untuk mendapat ijin mengirim ternak sapi dari Sumbawa ke Lombok.

Berita Terkait:  BPBD NTB Hadirkan Aplikasi SiAGA NTB

Sejumlah elemen masyarakat di pulau Lombok-pun, mengadukan hal yang tidak jauh berbeda.

Misalnya dari Wilayah Gunung Sari, masyarakat mengeluhkan tentang timbunan sampah yang belum tertangani petugas sampah dengan baik.

Juga dari pelosok lainnya di Kabupaten Lobar, terdapat pengaduan tentang aktvitas tambang illegal dan sejumlah keluhan tentang belum kelar dan meratanya distribusi bantuan dana rehab rekon masyarakat terdampak Bencana di Lobar dan KLU.

Rusaknya sejumlah fasilitas lampu penerangan jalan di Lombok Timur dan beberapa Ruas Jalan di Kabupaten Lombok Tengah, juga di keluhkan masyarakat, termasuk kerusakan gardu yang mengakibatkan pemadaman di beberapa pemukiman menjelang hari lebaran, banyak dikeluhkan warga melalui layanan NTB Care.

Selain menyampaikan pengaduan dan keluh kesah, dengan aplikasi NTB Care juga telah dimanfaatkan oleh sejumlah kelompok mayarakat untuk berpartisipasi menyampaikan saran dan ide-ide baik guna meningkatkan pembangunan NTB sebagai rumah bersama menuju Gemilang.

Terdapat 2 saran yang sangat konstruktif, yakni ide mengenai penataan taman dan tanaman pelindung disepanjang ruas jalan yang mendukung kenyamanan, keamanan dan keindahan NTB serta penataan fasilitas pedestrian di sepanjang ruas jalan Mataram – Lombok Internasional Airport (LIA) hingga KEK Mandalika Kute, agar tidak terhalang oleh munculnya berbagai bangunan lain, yang merugikan hak-hak publik, khususnya pengguna sepeda dan para pejalan kaki.

Terhadap berbagai pengaduan dan keluh kesah masyarakat tersebut, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah meminta para Kepala Perangkat Daerah Provinsi NTB untuk “care” merespon dan menangani pengaduan masyarakat.

Para Kepala Dinas dimintanya aktif memantau aplikasi NTB Care yang dimudah dilihat pada mobile phone masing-masing. Kemudian keluh kesah tersebut, agar direspon dan ditangani dengan baik.

Berita Terkait:  Penataan Ruang Wilayah Sumbawa Bakal Ditertibkan

Sebab menurutnya, esensi dari kehadiran pemerintah bagi masyarakat adalah untuk melayani. Karenanya, keluh kesah masyarakat tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja, tegasnya.

Misalnya terkait dengan keluhan Inak Juji 65 tahun dari Dompu, meski sudah mendapat penanganan dari Dikes terkait penyakitnya, Gubernur Doktor Zul tetap meminta instansi terkait lainnya, yakni Dinas Sosial NTB dan Pemkab Dompu untuk berkoordinasi menangani pada aspek -aspek yang bersentuhan dengan masalah sosial ekonominya.

Termasuk terus melakukan pendekatan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan sosial ekonominya secara lebih baik.

“Dalam kasus ini, mudah-mudahan pengobatan medis dengan fasilitas JKN yang telah disediakan, akan dilanjutkan lagi,” harapnya.

Demikian juga keluh-kesah terkait kerusakan infrastuktur jalan dan berbagai pengaduan lainnya, Doktor Zul mengingatkan kepada seluruh pemangku amanah yang terkait, agar memberi perhatian yang serius untuk merumuskan strategi dan solusi yang konkrit dalam mengatasinya.

Paling minimal, kata Doktor Zul, laporan itu dijadikan bahan masukan untuk merumuskan program penanganan lebih lanjut. Contohnya, aduan terkait kerusakan infrastruktur jalan.

“Saya kira, keluh kesah masyarakat seperti ini, sangat penting diakomodir sebagai bahan dalam perumusan kebijakan, penyusunan program dan anggaran pembangunan jalan pada tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Terlebih saat ini kata dia, pemprov NTB bersama DPRD sedang membahas Perda Pembangunan Jalan melalui pola pembiayaan tahun jamak.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah memberikan direktif kepada Plt. Kadis Kominfotik NTB, Gde Aryadi saat melaporkan progres pengelolaan NTB Care baru-baru ini, agar terus mengoptimalkan pengelolaan aplikasi NTB Care sebagai media untuk merespon setiap pengaduan serta saran dan ide-ide baik yang disampaikan oleh masyarakat.

Hal terpenting yang harus dilakukan, tegas Hj Rohmi sapaan akrab Wagub, adalah admin NTB Care tidak sekedar meneruskan setiap aduan dari masyarakat.

Berita Terkait:  Pemkab Sumbawa Gelar Khitanan Masal

“Tetapi yang penting juga dipastikan bahwa instansi yang terkait, telah merespon dan melakukan penanganan secara baik terhadap pengaduan tersebut,” kata Wagub.

Karenanya, harus terus dipantau dan diupdate setiap progres yang telah dilakukan, utamanya bentuk respon/ langkah penanganan yang dilakukan oleh instansi yang terkait.

“Sedangkan pengaduan yang berkaitan masalah hukum, teruskanlah ke instansi yang bertugas melakukan pengawasan dan penanganan secara hukum sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kadis Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadu menyatakan pihaknya terus melakukan optimalisasi pengelolaan Layanan Aplikasi NTB Care.

Baik dari sisi menejemen penanganan Pengaduan, sehingga setiap aduan masyarakat dapat direspon dan ditangani dengan baik oleh para pemangku amanah. Maupun aplikasinya terus kami lengkapi.

“Para Kepala Perangkat Daerah, kami harapkan memberi atensi khusus terhadap tidak lanjut penanganan pengaduan masyarakat, khususnya yang terkait dengan isu-isu layanan publik dasar, yang menjadi kewajiban pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menuturkan, saat ini aplikasi NTB Care telah dilengkapi fitur WBS untuk menangani pengaduan yang berkaitan dengan hukum.

“Kita harapkan para petugas di Inspektorat NTB, dapat terus memantau WBS di NTB Care, sehingga pengaduan yang terkait dugaan penyimpangan, sedini mungkin dapat dicegah,” ucap Gede.

Lebih lanjut dikatakan oleh mantan Irbansus Inspektorat ini, bahwa untuk aduan layanan publik biasa, kini sedang dikoneksikan dengan aplikasi layanan pengaduan masyarakat dan/atau Website Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB.

“Hal- hal penting lainnya, seperti nomor-nomor darurat yang bisa di hubungi saat kondisi emergency, sedang kami rumuskan bersama seluruh stakeholder terkait, agar lebih simple dan mudah berkoordinasi untuk mengatasinya,” demikian. (NM1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here