Beranda PEMERINTAHAN Momen Jumpa Zul-Rohmi Kali Ini Lebih Renyah!

Momen Jumpa Zul-Rohmi Kali Ini Lebih Renyah!

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Seperti biasa, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menyapa masyarakat melalui acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi, Jum’at (8/2).

Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat yang cukup variatif. Ada kalangan entertainer, pengusaha, UMKM, pelajar, dan kaum milenial serta lainnya.

Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Najamuddin Amy saat memberikan tanggapan kepada masyarakat pada acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, Jum’at (8/2) di Lapangan Bumi Gora.

Momen kali ini terbilang cukup seru dan bisa dikatakan ‘’renyah’’. Pasalnya, berbagai persoalan atau keluhan masyarakat dari berbagai kalangan diutarakan dengan penuh haru bercampur semangat.

Jangzulmi diisi dengan beberapa sesi tanya jawab. Pada sesi pertama, seorang warga bernama Ari mengemukakan masalah yang tengah dihadapi dengan para investor pemodal. Sembari mengutarakan itu semua dengan penuh haru dan isak tangis.

Ia meminta kepada orang nomor satu di NTB untuk dapat diberikan solusi atau tanggapan yang lebih arif dan bijak.

Gubernur menanggapi, “NTB memang ramah pada investasi, tapi tidak boleh menyengsarakan masyarakat, coba dibangun pengertian bersama,” ungkap Gubernur.

Kemudian, Perwakilan UKM Putri Rinjani Lombok Tengah menyampaikan aspirasinya agar pemerintah dapat menyediakan outlet sendiri.

Berita Terkait:  Gubernur NTB : Teknologi Aktor Utama Inovasi Pembangunan

Selama ini kata dia, para produsen memasukkan produk ke toko oleh-oleh namun di mark up dengan harga yang terlalu tinggi.

Alhasil, para wisatawan kurang berminat terhadap produk yang dijual. Hal ini ditanggapi Doktor Zul bahwa perlahan outlet-outlet disediakan, contohnya di Mandalika sudah tersedia dan representatif.

Adapun, Ima Suyanti (relawan Dasi Lotim) yang mengeluhkan pihak Universitas Mataram yang memberi pinalti cuti selama enam bulan kepada anaknya dikarenakan keterlambatan satu hari membayar SPP.

Dengan bijak Doktor Zul menjawab kegalauan hati ibu Ima, “Pihak Unram tidak bermaksud begitu, mungkin sistemnya otomatis begitu tapi semua bisa dikomunikasikan dengan baik, jangan sampai kesempatan anak kita untuk belajar hilang karena hal tersebut,” tambah Doktor Zul.

Aspirasi berikutnya dari kaum Milenial, Awin – UIN Mataram mengeluhkan tidak adilnya proses verifikasi beasiswa tidak mampu.

Baginya yang dianggap tidak mampu adalah orang tuanya yang tidak bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Padahal walaupun tidak bekerja sebagai PNS orang tuanya memiliki kendaraan, tanah yang luas dan tempat tinggal yang layak.

Berita Terkait:  Gubernur Sambut Baik Partisipasi Pengusaha Bantu Rehabilitasi NTB

Hal tersebut ditanggapi oleh Wagub NTB, Hj Rohmi menjelaskan, beasiswa itu butuh ketekunan, berprestasi dan didapatkan tidak dengan gampang-gampang saja.

“Setau saya tidak ada perbedaan mau PNS atau tidak, selama kondisi tidak mampu semua bisa mendapat beasiswa tersebut,” kata Wagub.

Kedepan, Hj Rohmi menambahkan bahwa Pemprov NTB berencana menyediakan rumah bahasa, untuk kursus bahasa Inggris, Toefl, Ielts dan lainnya.

Tak hanya itu, Doktor Zul juga menambahkan pada batch 3 pengiriman pelajar ke Polandia nantinya lebih mudah.

“Kita hanya ingin semangat dan nekat enam bulan sebelum berangkat diajar bahasa inggris dulu sehingga kenekatan itu ada landasannya,” pungkasnya.

Momen Jangzulmi tidak hanya diisi dengan penyampaian masalah oleh warga. Perwakilan komunitas MC NTB menyampaikan kesiapan mereka untuk membantu Pemerintah Daerah dalam berbagai kegiatan yang ada.

Kota Mataram saja sudah memiliki kurang lebih 35 MC dan  itu belum mencakup semua MC di pulau Sumbawa, Iintinya kami sangat mendukung acara pemerintah daerah dan siap untuk membantu,” kata Mumun perwakilan MC NTB.

Berita Terkait:  Perbaiki Wilayah Pesisir, Wagub NTB : Ayo Kita Menanam Mangrove!

Pertanyaan terakhir disampaikan perwakilan praja IPDN, Edgar meminta kebijaksanaan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali ketersediaan angkutan umum di Praya.

Terutama kecamatan Leneng, yang sekaligus menjadi lokasi kampus IPDN Regional NTB. Edgar sendiri berharap adanya keterlibatan Praja IPDN saat melaksanakan Praktik Lapangan (PL) terkait PRCC Biro Humas Protokol.

Seperti dijelaskan Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Najamudin Amy, program Jangzulmi ini merupakan ruang komunikasi publik yang diciptakan untuk membuka kanal antara pemerintah, OPD, stake holder terkait permasalahan yang ada di masyarakat.

Program Jangzulmi dilaksanakan setiap dua kali sebulan, yakni minggu kedua dan minggu keempat.

Dengan demikian, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, ide, gagasan dan lainnya dapat langsung menyampaikannya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

Usai acara Jangzulmi, Gubernur, Wakil Gubernur beserta Kepala OPD lingkup Pemprov NTB meninjau langsung ruangan Biro Humas dan Protokol yang telah melaunching PRCC pada hari ini. (NM1)