Beranda PEMERINTAHAN Minggu Depan, 1000 Tukang Didatangkan dari Jawa ke NTB

Minggu Depan, 1000 Tukang Didatangkan dari Jawa ke NTB

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Wakil Presiden RI, H Muhammad Jusuf Kalla mengungkapkan, bawah ternyata NTB masih kekurangan tukang.

Sehingga pihaknya berencana akan mendatangkan berbagai tenaga bantuan dari luar daerah, seperti para tukang, pihak pasukan zeni (TNI) termasuk fasilitator tambahan.

Ini dimaksudkan dalam rangka membantu percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa NTB terutama pembangunan rumah warga terdampak.

“Minggu depan, didatangkan seribu tukang dari jawa. Karena tidak mungkin disini (NTB kekeruangan tukang),” kata JK dalam acara silahturahmi kebangsaan di Hotel Lombok Raya, Sabtu (6/4) kemarin.

Berita Terkait:  Jawaban Gubernur Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD NTB

“Akan ada juga 1000 zeni tentara untuk membantu pembangunan, bahkan ada seribu fasilitator lagi tambahan untuk mendampingi korban-korban semuanya akan ada,” tambah Wapres.

Dikatakan sebelum menghadiri acara ini, ia lebih dulu terjun ke lokasi melakukan peninjauan langsung pembangunan rumah di wilayah Lombok Tengah.

Ia mengaku sempat menanyakan kepada warga, terkait gempa susulan beberapa waktu lalu sehingga mengakibatkan kerusakan pada rumah yang dibangun sebelumnya.

Dan ternyata, warga mengaku tidak ada kerusakan yang terjadi pada sejumlah Rumah Tahan Gempa (RTG) yang dibangun sebelumnya.

Berita Terkait:  Tangani COVID-19 di Lobar, Gugus Tugas Kecamatan Dimaksimalkan

“Tadi (kemarin) saya cek rumah yang dibangun. Saya Tanya, waktu gempa susulan ada nggak rumah yang rusak, tidak ada semuanya utuh. Berarti kualitas sudah jauh lebih baik,”

Oleh karenya, Wapres meminta kepada masyarakat agar rumah warga yang telah usai dibangun dapat dijaga dan dirawat dengan baik.

Sementara bagi warga rumahnya yang belum terbangun, ia berharap agar bersabar. Dalam hal ini kata dia, pemerintah tetap akan membantu masyarakat.

Untuk diketahui, dalam acara ini juga turut dihadiri oleh Gubernur NTB, para pejabat provinsi, bupati/walikota se Pulau Lombok, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa/i, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tuan guru/ulama dan lain sebagainya. (NM1)

Berita Terkait:  OPD Diminta Perkuat Layanan Publik Berbasis Elektronik