Beranda PEMERINTAHAN Masyarakat Diminta Bijak Sikapi Rencana Pembangunan Kereta Gantung

Masyarakat Diminta Bijak Sikapi Rencana Pembangunan Kereta Gantung

BERBAGI
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkieflimansyah.

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK TENGAH – “Jangan sesuatu yang baru kemudian dijadikan polemik. Kalau sesuatu pembangunan itu ada negatif dan positif, pasti iya. Tapi jangan lantas negatif itu ditonjolkan terus kita kehilangan gambaran dari proses pembangunan kereta gantung itu,” demikian hal itu dikatakan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, Senin (27/1) di Mataram.

Penegasan yang disampaikan oleh orang nomor satu di NTB itu guna meminta masyarakat dan semua pihak dapat bijak menyikapi soal rencana pembangunan kereta gantung yang mengambil latar Taman Nasional Gunung Rinjani.

Dijelaskan Bang Zul panggilan Gubernur NTB, bahwa rencana pembangunan kereta gantung itu sudah lima tahun tak berjalan di Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, lantaran persoalan kewenangan yang telah berganti dari kabupaten ke provinsi.

Berita Terkait:  96.977 Unit RTG Selesai Dikerjakan

Kendati demikian menurut Gubernur setelah kewenangannya beralih ke provinsi, ternyata rencana proses pembangunan kereta gantung menjadi lebih cepat. Karena analisa studinya sudah bagus.

“Tentu kita memahami cara pandang ahli-ahli yang melihat faktor lingkungan. Jangan sampai merusak hutan, sehingga menjaganya pun menjadi keharusan,” kata Bang Zul.

Ia juga menegaskan, bahwa pembangunan kereta gantung tersebut berada di luar kawasan konservasi. “Kalau konservasi kita semua sepakat tidak akan ada. Apapun itu atas nama investasi, siapapun kita tidak akan kita melanggar aturan,” ujarnya.

“Tapi kalau ada di sela itu luar kawasan konservasi dan itu boleh secara aturan serta tidak melanggar, ya tentu kita juga tidak lantas teriak menolak,” imbuh Bang Zul.

Berita Terkait:  Pemprov dan DPRD NTB Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2020

Pemerintah kata dia tidak bisa melarang investor berkeinginan berinvestasi. Terlebih investor melihat peluang pada 2021 mendatang, Lombok akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi di dunia yaitu MotoGP.

“Jadi rupanya investasi ini pintar melihat pasar. Karena akan ada ratusan ribu orang datang melihat MotoGP di Lombok Tengah. Dan apa iya selamanya orang yang datang itu melihat MotoGP, tentu juga tidak, mereka yang datang itu perlu juga disuguhkan sesuatu yang lain, sehingga kehadiran kereta gantung ini menemukan pasarnya sendiri,” paparnya.

Selain itu, gubernur juga menepis bahwa kehadiran kereta gantung akan mengganggu tracking Rinjani dan mata pencaharian porter yang selama ini menggantungkan hidupnya dari gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia itu.

Berita Terkait:  Sumbawa Rancang Protokol COVID Hadapi SKB CPNS

“Tidak ada seperti itu. Justru kehadiran kereta gantung ini jauh berada di luar jalur tracking Rinjani. Begitupun adanya ini tidak mengganggu porter. Silahkan mereka bekerja seperti biasa. Kalau pun ada masalah kita akan cari jalan keluarnya bersama-sama, karena semua ini bisa disinergikan,” katanya.

Karena itu, gubernur mengajak semua pihak untuk bisa berpikir jernih karena proses pembangunannya juga memakan waktu lama, tidak langsung secepatnya bisa jadi. Bahkan, investornya pun baru mengantongi izin prinsip. (red)