Beranda PEMERINTAHAN Langkah Awal Mo-Novi Fokus Tiga Hal Ini

Langkah Awal Mo-Novi Fokus Tiga Hal Ini

BERBAGI
Keterangan Foto : Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Terpilih, H Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany. (Foto/YS)

SUMBAWA — Pasangan H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) yang mengungguli empat (4) pasangan calon (paslon) lainnya telah ditetapkan sebagai pasangan terpilih Pilkada Sumbawa 2020.

Ini berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Sumbawa Nomor 03/HK. 03.1-Kpt/5204/KPU-Kab/III/2021. Pasangan nomor urut 4 itu ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa peraih suara terbanyak.

Dicegat usai rapat pleno penetapan paslon terpilih dilantai III Kantor Bupati Sumbawa, Haji Mo’-Bupati Sumbawa terpilih mengatakan, bahwa ada tiga hal fokus yang disegerakan. Yaitu, melakukan pemulihan ekonomi, penanganan COVID19 lebih komprehensif dan perbaikan infrastruktur penunjang.

Berita Terkait:  Semangat Gotong Royong Kunci Wujudkan Sumbawa Gemilang

Jika ekonomi masyarakat mulai pulih, menurut dia, maka roda ekonomi tentunya akan bisa berjalan dengan baik. Karenanya, Haji Mo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mentaati standar prosedur kesehatan. Sehingga status zona merah akan berganti menjadi zona hijau.

Kemudian selanjutnya perhatian pada penanganan COVID19 harus dilakukan secara komprehensif. Menurut dia, pola koordinasi dan komunikasi antar lembaga harus dilakukan lebih instensif lagi. Sehingga penanganan Covid dapat dilakukan secara tuntas.

“Anak-anak sekolah sudah lama tidak mengikuti belajar secara tatap muka, jika kondisi semakin membaik, tidak menutup kemungkinan para siswa sudah aman melakukan aktifitas belajar di sekolah,” ujar Haji Mo’, Senin (22/3) di Sumbawa.

Berita Terkait:  TPP ASN Pemkab Sumbawa Sudah Bisa Dicairkan

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa terpilih-Dewi Noviany menambahkan, selain fokus pada upaya pemulihan ekonomi dan penangangan COVID19, langkah cepat yang harus dilaksanakan adalah perbaikan infrastruktur penunjang.

Hal itu difokuskannya, lantaran ia menilai tanpa insfratruktur yang memadai mustahil akselerasi pembangunan dapat dicapai. “Perbaikan infrastruktur penunjang harus segera dilakukan untuk mendorong proses percepatan pembangunan. Tanpa itu mustahil pembangunan sektor lain dapat dijalankan,” tandasnya. (red)