Beranda PEMERINTAHAN JK Tinjau Pembangunan RTG di Lombok

JK Tinjau Pembangunan RTG di Lombok

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK TENGAH – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (6/4).

Kunjungan orang nomor dua di Negara ini, dalam rangka meninjau progress rehab rekon pembangunan rumah tahan gempa.

Adapun lokasinya, yaitu di Dusun Montong Dao, Desa Teratak, Kecamatan Batu Kliang, Lombok Tengah, NTB.

Turut mendampingi, Kepala BNPB, Gubernur NTB, Bupati Loteng, Pangdam IX/Udayana, Danrem 162/WB serta sejumlah pejabat lainnya.

Dikesempatan itu, JK sempat bedialog bersama masyarakat sekaligus mendengarkan paparan/penjelasan terkait progress rehab rekon oleh Satgas Percepatan Rehab Rekon pascagempa NTB.

Berita Terkait:  Fathurrahman : "Tunggu Tiga Hari, Dokumen Kependudukan Dijamin Selesai"

Wapres berharap kepada masyarakat Desa Teratak untuk menjaga sekaligus merawat dengan baik RTG yang telah dibangun melalui bantuan pemerintah.

“Mohon dijaga (RTG) dan disyukuri, bantuan ini diberikan karena memang pemerintah peduli untuk mengurangi kesulitan masyarakat,” ucap JK.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, Kementerian PUPR TNI/Polri serta relawan lainnya.

Menurutnya, berkat kerjasama dan kekompakkan yang baik proses rehab rekon di NTB terbilang berjalan baik dan lancar.

Berita Terkait:  Tujuh Kabupaten di NTB Terbebas dari Status Daerah Tertinggal

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras membantu masyarakat, baik Gubernur, Bupati Wali Kota, Tentara, Kepolisian termasuk Kementerian PU dan pihak lainnya,” tutur JK.

Sementara itu, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani yang juga Satgas Percepatan Rehabilitasi Rekontruksi Pascagempa NTB mengungkapkan bahwa pemerintah telah mencairkan anggaran sebesar Rp110 miliar.

“Dana ini di antaranya disalurkan untuk pembangunan rumah Rp 5 miliar dan bantuan langsung kepada masyarakat sebesar Rp 2,5 miliar,” demikian singkatnya. (NM1)

Berita Terkait:  Data Update, BNPB : 832 Jiwa Meninggal Dunia