Beranda PEMERINTAHAN Gunakan DAK Rp 12 Miliar, Dermaga Pulau Medang Dibangun Tahun Ini

Gunakan DAK Rp 12 Miliar, Dermaga Pulau Medang Dibangun Tahun Ini

BERBAGI
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, Edi Retno Sanjaya. (Foto : Roby NM)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pembangunan Dermaga Pulau Medang, Kecamatan Labuhan Badas dipastikan terealisasi pada tahun 2019.

Anggaran yang digunakan yaitu Dana Alokasi Khusus (DAK) afirmasi  Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi dengan nilai  Rp. 12 miliar.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, Edi Retno Sanjaya mengatakan, dari total anggaran yang disediakan, Dermaga Pulau Medang dibangun bersama fasilitas umum sesuai dengan rencana awal DED.

Namun setelah review DED dilakukan ternyata ada perubahan harga. Sehingga Rp 12 miliar tersebut hanya diperuntukan untuk pembangunan dermaga saja.

Berita Terkait:  Bupati Najmul : Sholat Idul Fitri Perlu Patuhi Protokol COVID-19

“Jadi jumlah itu, rencana awal di DED nya, akan dibangun termasuk fasilitas umum tapi dengan perubahan harga, direview DED nya kembali. Maka Rp. 12 miliar itu total pembangunan untuk dermaga saja,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/3).

Diungkapkannya, pembangunan dermaga tersebut dibangun sebagai upaya pemerintah untuk meretas keterisolasian antara Medang, Sebotok dan Muara kali Sumbawa.

Termasuk juga dihajatkan untuk mempermudah arus barang dalam upaya peningkatan ekonomi serta sebagai jalur evakuasi pertahanan keamanan yang bisa dimanfaatkan ketika negara dalam keadaan darurat.

Berita Terkait:  Gagal Tender, 8 Paket DAK Penunjukan Langsung

Untuk saat ini, tambahnya, proses review DED masih dilakukan. Pihaknya pun mengebut waktu lelang dengan mempersiapkan sejumlah persyaratan dokumen.

“Saat ini prosesnya pada tahapan review DED, sehingga target paling lama bulan Juni sudah harus tender. Sebab interval waktu pembangunan dermaga tersebut sekitar 4 bulan,” ujarnya.

Kita harus berpacu karena jalur medang itu jalur laut, sehingga pekerja pada bulan 10 atau 11 sudah sangat riskan untuk mengangkut material. Pengalaman material Sebotok itu, dibawa dari Surabaya dibawa dari Sumbawa,” demikian ia menambahkan. (NM3)

Berita Terkait:  10 Desa Usulkan Pemekaran Dusun