Beranda PEMERINTAHAN Gubernur NTB Minta Pemkab Optimalkan Perusahaan Tambang

Gubernur NTB Minta Pemkab Optimalkan Perusahaan Tambang

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah meminta pemerintah kabupaten untuk mengoptimalkan keberadaan perusahaan tambang yang ada di daerah masing-masing.

Optimalisasi tersebut dapat dilakukan dalam hal membantu pendanaan pelajar yang akan dikirim belajar ke luar negeri.

“Setalah saya tanya, ternyata biaya yang harus dibantu pemda itu, hanya sejuta perorang. Kalau 500 orang, artinya itu lima ratus juta perbulan. Paling setahun sekitar 6-7 milliar pertahun. Dan buat perusahaan seperti PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), 6-7 milliar pertahun itu bukan angka yang besar,” katanya, saat melepas 20 calon mahasiswa Nanjing Polytechnic Institute di SMKN 2 Sumbawa, belum lama ini.

Sebab ujarnya, bila pengiriman pelajar menggunakan anggaran dari APBD akan menimbulkan perdebatan di DPRD. Sehingga pemda musti memiliki keberanian untuk berinisiatif atau mencari jalan lain selain menggunakan APBN atau APBD.

Berita Terkait:  DLHK NTB Diminta Percepat Bangun Fasilitas Pengelola RDF

“Kalau kita bermimpi kirim pakai duit APBD tentu akan ribut. Terutama diprotes anggota dewan. Nah, tapi kita harus punya keberanian mencari jalan baru tanpa gunakan APBN dan APBD itu. Pengalaman saya waktu jadi anggota DPR itu, program kita harus diliat dulu. Kalau program kita berjalan bagus, aanak-anak kita berhasil. Tanpa dimintapun akan diback-up program yang kita cintai ini,” jelasnya.

Khusus di Kabupaten Sumbawa, sangat memungkinkan PT.AMNT untuk menalangi anggaran tersebut. Sebab perusahaan tersebut, memiliki rencana untuk mengelolah Dodo-Rinti, dan berkepentingan terhadap ketersediaan SDM yang memenuhi standart kualifikasi.

“Ini perusahaan besar yang ada didaerah kita ini. Semalam saya bicara dengan mereka, syaratnya sederhana saja. PT.AMNT akan membangun elang, Dodo-Rinti. Tugas kita, Agar anak-anak kita tidak menjadi miskin ditengah keberlimpahan seperti anak ayam mati dilumbung padi. Semuanya hanya mungkin kalau kita punya kemampuan. Dan saya liad Road Map pembangunan dodo-rinti kedepan, ada smelter dan lainnya. Mudah-mudahan 2022-2023 semuanya akan siap beroperasi secara sempurna. Tentu kita tidak ingin berpangku tangan saat ini,” tegasnya.

Berita Terkait:  77 Desa di Sumbawa Cairkan DD Tahap I

Agar pada saat beroperasi nanti muncul protes karena tidak dipekerjakan dengan alasan kualifikasi. Disatu sisi, perusahaan tambang tidak akan beroperasi dengan kata-kata, dan ancam-mengancam. Namun membutuhkan SDM yang memiliki kualifikasi dan kemampuan.

“Jangan sampai PT. Aman operasi saat itu, baru kita ribut tidak bekerja, karena kita tidak punyakualifikasi. Baru kita ribut demo, atas nama pribumi, atas nama putra daerah. Kita ingin bekerja tapi kita tidak punya kemampuan apa-apa. Tambang tidak bisa beroperasi dengan demo, dengan kata-kata, tidak bisa dengan ancam mengancam.  Kedepan, apapun daerah anda, perusaan butuh yang punya kualifikasi dan kemampuan,” jelasnya.

Berita Terkait:  Pemda Sumbawa Berupaya Tuntaskan Pembayaran Jalan Lingkar Utara Alas

Sehingga, tugas pemerintah daerah menyiapkan SDM yang memenuhi standart kualifikasi dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan. Bukan hanya untuk perusahaan dalam NTB, tapi perusanaan nasional dan multi internasional

“Maka wajah NTB akan berubah dimasa yang akan datang. Sebenarnya ini tidak usah menjadi program provinsi. Pak Bupati cukup ngomong dengan PT. Aman kita kirim sekian. Kita harus punya keberanian untuk itu. Kita selama ini, jarang ambil terobosan yang tidak biasa,” demikian. (NM2)