Beranda PEMERINTAHAN Gubernur NTB Lepas 20 Calon Mahasiswa Nanjing Polytechnic Institute

Gubernur NTB Lepas 20 Calon Mahasiswa Nanjing Polytechnic Institute

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melepas 20 calon mahasiswa Nanjing Polytechnic Institute‑Tiongkok, dari SMKN 2 Sumbawa Besar. Pemberangkatan tersebut, merupakan angkatan ke-4 yang dilakukan SMKN2 Sumbawa sejak 2015.

Yuyun Mardiana, Kepala SMKN 2 Sumbawa Besar mengatakan, kerjasama yang dibangun bersama Nanjing Polytechnic Institute tahun 2015 merupakan salah satu langkah untuk mempersiapkan tenaga kerja siap pakai dari NTB. Selain program kerjasama bersama swasta dalam negeri untuk mengirim siswa magang dibidang alat berat.

Diungkapkan, peningkatan mutu dan kualitas calon tenaga kerja merupakan keharusan sejak dini,karena persaingan kerja ke depan akan semakin ketat. “Persaingan tenaga kerja ditingkat nasional semakin ketat. Sehingga kalau luluskan hanya tingkat SMK tidak bisa. Sehingga bidang bursa kerja kami, coba terus lebarkan program agar lulusan SMK dapat bersaing,” tegasnya.

Dijelaskan, sejak penandatanganan MoU dengan Nanjing Polytechnic Institute tahun 2015, telah diberangkankan puluhan lulusan terbaik. Tahun 2015, diberangkatkan 3 orang dan salah satunya terpilih untuk melanjutkan Program S1 di Tiongkok.

Berita Terkait:  SE Gubernur NTB : Pilihan Politik Boleh Beda, Tapi Silaturahmi Tetap Terjaga!

“Alhamdulillah 2015 tandatangani perjanjian. Sampai sekarang kami sudah berangkatkan 4 angkatan. Satu orang melanjutkan ke S1, itu luar biasa. Sebab waktu itu, dari 150 mahasiswa dari Indonesia, hanya lulus tiga orang. Dan salah satunya dari kita,” ucapnya, juga menambahkan, edangkan 2016, diberangkatkan sebanyak 14 orang, dan 15 orang di 2017, serta tahun ini 20 orang.

Dalam perjanjian kerjasama dengan Nanjing Polytechnic Institute, calon mahasiswa mendapatkan beberapa beasiswa, seperti biaya kuliah selama tiga tahun. Selain itu, juga diberikan fasilitas asrama gratis, dan asuransi kesehatan.

“Ada juga jaminan lainnya. Misalnya jaminan peralatan pendukung asrama. Jadi kalau barang diasrama itu rusak, maka institute yang ganti,” jelasnya.

Output dari kerjasama tersebut, terbuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan S1 di Tiongkok, atau bekerja baik diberbagai perusahan di Tiongkok, Singapura dan Indonesia. “Nanti sekitar semester II atau III, mahasiswa boleh tandatangan kontrak dengan perusahaan-perusahaan itu. Nanti dikasih biaya, setelah lulus tinggal masuk kerja saja,” katanya.

Berita Terkait:  Dinas Pertanian Distribusikan Ratusan Ton Bibit Jagung

Dijelaskan, calon mahasiswa dibekali kursus bahasa mandarin dan bahasa inggris selama dua minggu. Khusus tutor bahasa Mandarin, merupakan mahasiswa Tiongkok yang tengah berlibur di Indonesia.

“Kami berangkatkan tidak langsung begitu saja tanpa bekal. Mereka kami bekali kemampuan dasar berbahasa, china maupun inggris,” katanya, juga menambahkan, program tersebut seirama dengan program Gubernur NTB yang berhajat memberangkatkan seribu mahasiswa ke luar negeri.

“Saya masih ingat, pak gubrnur ingin memberangkatkan seribu pemuda NTB kuliah ke luarnegeri. Kita sudah mulai, mungkin pak gubernur bisa mendukung kami. Agar pendidikan NTB bisa meningkat dan berkembang,” ucapnya

Ditempat yang sama, Gubernur NTB, Dr.Zulkieflimansyah, menanggapi positif dan menantang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB untuk memberangkatkan sedikitnya 500 mahasiswa NTB ke luar negeri. “Tahun depan, kalau SMK 2 sanggup 20. Saya tantang pak kadis tahun depan kita akan kirim 500 orang dari NTB,” ucapnya.

Berita Terkait:  7.379 Kotak Suara Dirakit

Diungkapkan, keinginan untuk memberangkatkan 500 mahasiswa tahun depan merupakan target realistis dan mungkin dicapai. “Mungkin orang bilang, doktor sedang bermimpi. Inilah kelamahan kita di Indonesia salama ini. Jangankan melaksanakan, mimpi saja tidak berani,” tegasnya.

Dikatakan, di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat terdapat sedikitnya 15 SMK. Apabila masing-masing SMK memberangkatkan 20 mahasiswa, maka 300 pemuda NTB dapat menempuh pendidikan diluar negeri. Apalagi dari SMK/SMA yang ada di seluruh kabupaten/kota seluruh NTB.

“SMK ada 15 di Sumbawa dan sumbawa barat saja. Kalau masing-masing kirim 20, sudah 300. Apalagi kadis bisa kirim dari seluruh kabupaten kota,”katanya. (NM2)