Beranda PEMERINTAHAN Gebrakkan 2020, Pemda Menyapa Desa

Gebrakkan 2020, Pemda Menyapa Desa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK BARAT — Satu lagi program terbaru yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) di awal tahun 2020 ini. Program ini diberi nama “Pemda Menyapa Desa”.

Program ini bertujuan sebagai ajang silaturahim antara Pemkab Lobar dengan pemerintah desa untuk mendekatkan hubungan antara Pemda Lobar dengan masyarakat setempat.

Hal ini disampaikan Asisten I Pemkab Lobar H. M. Ilham pada a Rapat Pimpinan (Rapim) II Kabupaten Lobar di Aula Utama Kantor Bupati, Rabu (29/1) kemarin.

Berita Terkait:  Buka Rakor JDIH, Hj Rohmi : Masyarakat Inginkan Hal yang Mudah Dipahami!

Selain sebagai ajang silaturahmi, kata Ilham, program ‘Pemda Menyapa Desa’ juga dimaksudkan untuk menyerap berbagai keluhan dan aspirasi di desa.

Selanjutnya pemda bisa menyampaikan atau menginformasikan program-program prioritasnya. Tidak hanya itu, pemda juga bisa melakukan pembinaan terhadap desa serta desa juga bisa melakukan konsultasi publik.

Kegiatan ‘Pemda Menyapa Desa’, lanjut Ilham, di antaranya adalah melakukan pembinaan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada desa terhadap hal-hal yang dinilai perlu mendapat pembinaan mulai dari pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan Sholat Jumat bersama.

Berita Terkait:  Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Sumbawa Capai 70,37 Persen

”Program ‘Pemda Menyapa Desa’ akan dibentuk 4 tim, tim satu akan dipimpin langsung oleh bupati, tim dua oleh sekda, tim tiga dipimpin oleh asisten 1 dan tim empat dipimpin oleh asisten 3,” ujar Ilham.

“Program ini akan dilakukan setiap Jumat, mulai dari tanggal 31 Januari ini, diawali tim satu yang dipimpin bupati sekaligus membuka secara resmi program pemda menyapa desa,” tambah Ilham.

Output dari program ini, harap Ilham, agar permasalahan-permasalah di desa bisa segara dipetakan dan dikanalisasi sehingga permasalahan tidak menjadi liar.

Berita Terkait:  Wagub Tinjau Pelaksanaan Tes SKB CPNS

Sering kali lanjut Ilham, sebagian desa tidak tahu tempat berkonsultasi atau menyampaikan permasalahannya, sehingga banyak kabar-kabar dari luar atau melalui media sosial yang membuat pemkab geram.

Output lainnya adalah respon pemkab Lobar juga diharapkan lebih cepat dalam membuat program atau kegiatan dalam menyelesaikan persoalan desa dan selanjutnya tersosialisasinya program pemkab yang lebih masif kepada desa. (red)