Beranda PEMERINTAHAN DPRD NTB Sekarang Lebih Hemat

DPRD NTB Sekarang Lebih Hemat

BERBAGI
Sekretaris DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Mahdi.

MATARAM — Nampaknya anggota DPRD NTB sekarang lebih hemat. Pasalnya, di tahun 2021 ini anggota dewan sudah tidak terlalu boros menghabiskan anggaran untuk bepergian perjalanan dinas keluar daerah. Bahkan, dari awal tahun sampai sekarang ini, para wakil rakyat belum pernah sama sekali melaksanakan kegiatan kunjungan luar daerah.

Hal itupun tak ditampik oleh Sekretaris DPRD NTB, H Mahdi. Menurut dia, tercatat dari Januari hingga Februari di tahun ini anggota dewan belum pernah keluar daerah. Padahal, ditahun sebelumnya kunker luar daerah dalam sebulan bisa dilakukan sebanyak dua kali.

“Ya (benar) tahun ini kurang sekali, dari Januari lalu sampai Februari ini anggota belum pernah keluar daerah. Kalau dulu biasanya dua kali dalam sebulan kegiatan kunker luar daerah, sekarang sudah dua bulan ini belum sama sekali,” kata Sekwan kepada wartawan saat ditemui diruang kerjanya, kemarin.

Ada beberapa alasan mengapa tingkat kegiatan kunjungan luar daerah anggota DPRD NTB berkurang sekali. Pertama faktor situasi dan kondisi pandemi COVID19. Terlebih beberapa waktu terakhir kembali mengalami lonjakan kasus warga yang dinyatakan positif corona.

Berita Terkait:  Pemkab Sumbawa Kurbankan 950 Sapi, 802 Kambing, 62 Kerbau dan 3 Domba

“Karena COVID19, daerah tujuan juga dalam kondisi PSBB. Daerah yang mau dikunjungi tidak bisa menerima. Anggota juga tidak mau ambil resiko, jadi kurang efektif kalau mau pergi (kunker luar daerah),” ujar Mahdi.

Adapun alasan lainnya, lanjut dia, yaitu dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional. Dalam Perpres tersebut, uang harian perjalanan dinas pejabat diturunkan sangat jauh sekali.

Dampaknya orang yang melakukan perjalanan dinas tidak lagi akan bisa mengantongi banyak uang harian. Padahal, uang harian dari perjalanan dinas menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi anggota DPRD selama ini.

“Dulu uang harian satu orang untuk luar daerah itu Rp 1,5 juta. Kalau sekarang setelah terbitnya Perpres 33 itu, uang hariannya maksimal Rp 500 ribu. Kalau ke dalam daerah Rp 200 ribu sehari,” ungkap Mahdi.

Berita Terkait:  Gelar Silahturahmi, Dr Zul Mohon Do'a dan Dukungan Masyarakat NTB

Oleh karenanya, sambung Sekwan, sekarang ini angggota DPRD NTB lebih banyak melaksankan kegiatan kunker ke dalam daerah dari pada luar daerah. Karena resiko terpapar COVID19 dinilai lebih rendah. Kemudian, selisih uang harian luar dengan dalam daerah tidak besar.

“Sekarang lebih intensif perjalanan ke dalam daerah, dan itu lebih baik, anggota bisa lebih banyak bertemu dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan melakukan kegiatan pengawasan,” tuturnya.

Dengan Perpres nomor 33 tahun 2020 tersebut, kegiatan perjalanan dinas anggota Dewan tidak lagi boros menyedot uang rakyat seperti tahun-tahun sebelumnya, Mahdi sendiri mengakui hal tersebut. Ia menyebutkan tahun 2021 ini bisa menghemat anggaran sampai setengahnya dari anggaran perjalanan dinas tahun sebelumnya.

Berita Terkait:  Gubernur Janjikan Ibadah Haji Gratis bagi Tenaga Perawat di NTB

“Ya banyak manfaatnya bagi Sekretariat, salah satunya penghematan anggaran. Kalau dulu sekali keluar itu untuk 65 anggota anggarannya Rp 1,4 milyar. Sekarang turun jadi sekitar Rp 700 juta saja. Kalau ke dalam daerah dulu Rp 400-500 juta, sekarang hanya Rp200 juta,” terangnya.

Diketahui anggaran perjalanan dinas dalam APBD murni tahun 2020 lalu mencapai Rp 27 miliar. Terdiri dari perjalanan dinas dalam daerah sebesar Rp 5,2 miliar, perjalanan dinas luar daerah Rp 18,8 miliar dan perjalanan dinas luar negeri sebesar Rp 3 miliar. Anggaran perjalanan dinas DPRD NTB untuk tahun 2021 hanya sekitar Rp 17 miliar lebih.

“Dibandingkan tahun lalu hampir setengahnya anggaran perjalanan dinas bisa dihemat sekarang. Dan Presiden tidak mau merubah Perpres 33 itu, karena ADPSI (Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia) sudah coba melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan, tapi dijawab tidak bisa,” pungkasnya. (red)