Beranda PEMERINTAHAN Diundur, Pembukaan Tes PPPK Tunggu Instruksi Provinsi

Diundur, Pembukaan Tes PPPK Tunggu Instruksi Provinsi

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan siap melaksanakan pembukaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam pelaksanaannya tinggal menunggu instruksi dari provinsi saja.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Syahruddin, SH kepada wartawan mengatakan rekrutmen PPPK akan tetap dilaksanakan.

Hanya saja, jadwal pelaksanaanya diundurkan karena menunggu instruksi dari pihak Provinsi.

“Jadi kemarin, saya dihubungi BKN Provinsi, yang saat ini sedang berada di Jakarta, meminta untuk menunda pengumuman (pembukaan, red). Insya Allah tetap kita laksanakan, tapi pelaksanannya kita mundurkan, karena beberapa daerah di NTB ini belum siap terkait penganggarannya,” ujarnya, kemarin.

Berita Terkait:  DPMD Proses Status Jabatan Kades Padesa

Diungkapkannya, berdasarkan hasil rapat yang digelar di Kota Mataram belum lama ini, hanya tiga daerah yang menyatakan diri sudah siap membuka tes PPPK. Yaitu Kabupaten Sumbawa, Lombok Utara dan Sumbawa Barat.

“Tinggal kita menunggu daerah lainnya. Karena tidak mungkin hanya tiga daerah saja yang  akan melaksanakan rekrutmen P3K. Jika provinsi bilang, buka maka kita akan buka. Karena kita tidak mungkin lepas dari provinsi. Sesuai kesepakatan dengan rapat di mataram.  Yang jelas Sumbawa siap melaksanakan,” terangnya.

Berita Terkait:  Pilkades Serentak Libatkan Seluruh OPD di Sumbawa

Dari 1003 orang eks honorer K-2 yang tercatat dalam data base BKN Pusat yang berhak mendaftar, Kabupaten Sumbawa mengusulkan sebanyak 200 formasi.

Hal ini melihat kesiapan keuangan daerah, dimana dalam gaji dan tunjangannya ditanggung oleh daerah.

“Ini bukan kita batasi, tapi inilah kemampuan keuangan daerah.  Kita Sumbawa sangat bersyukur, karena Pak Bupati sudah menyiapkan anggaran untuk gaji dan tunjangan sebanyak 200 formasi P3K yang diusulkan. 175 untuk tenaga guru, 20 tenaga penyuluh pertanian, sisanya untuk tenaga kesehatan,” jelasnya seraya menambahkan, meskipun demikian dari 1003 orang yang ada di data base pusat, kemungkinan juga akan berkurang, karena verifikasi ijazahnya. (NM3)

Berita Terkait:  Penuh Semangat, Bang Zul Sapa Warga Moyo Utara dan Moyo Hilir