Beranda PEMERINTAHAN Dispussip Sumbawa Nilai Pengelolaan Arsip OPD

Dispussip Sumbawa Nilai Pengelolaan Arsip OPD

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Sumbawa saat ini tengah melakukan penilaian terhadap pengelolaan kearsipan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penilain ini dilakukan dalam rangka lomba pengelolaan arsip terbaik bagi OPD.

“Jadi begini lomba pengelolaan arsip terbaik ini adalah kelanjutan dari lomba-lomba yang diadakan sebelumnya, ini merupakan tahun ketiga. Kami  berharap di sini barang kali kualitas pengelolaan arsip terutama di OPD jauh lebih bagus atau paling tidak meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar Kepala Dispussip Kabupaten Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni didampingi Kabid Pembinaan Sumber Daya Kearsipan, Salman, S.Sos, Selasa (10/9).

Menurutnya, tujuan pelaksanaan lomba ini semata-mata untuk menegakkan Undang-Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan. Kemudian Perda kabupaten Sumbawa Nomor 14 tahun 2018.

“Manfaat yang ingin diperoleh dari kegiatan ini adalah semata-mata ingin mengukur sejauh mana OPD itu sudah menegakkan aturan yang sudah kami distribusikan beberapa waktu lalu. Selain aturan itu, juga beberapa kali kami juga melakukan penilaian sehingga kualitas tata kelola arsip di OPD itu semakin meningkat dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Berita Terkait:  JCH Dapat Bimbingan Manasik Gratis

Pihaknya ingin membangkitkan apresiasi masyarakat Sumbawa terutama ASN supaya memiliki kepedulian terhadap arsip. Sehingga ASN memiliki tanggung jawab yang kuat untuk mempertahankan, memelihara, dan melestarikan bagian dari dokumen yang merupakan jati diri. Sekaligus bentuk dari pertanggung jawaban pelaksanaan pembangunan di  pemerintahan Kabupaten Sumbawa.

“Kalau juara bukan tujuan utama. Tujuan kita sesungguhnya ingin membangun semangat kolektif dari teman-teman pengelolah arsip yang ada tersebar di seluruh OPD,” terangnya.

Tentunya, kata Irin, upaya ini haruslah mendapat respon kuat dari pimpinan OPD. Terutama mensuport pengelola arsip dengan pengadaan sarana dan prasarana. Sebab pengelolah arsip ini tidak akan bisa bekerja dengan baik dan benar tanpa ditunjang dengan fasilitas dan sarpras yang ada.

Berita Terkait:  Selain Lombok-Jeddah, NTB Gagas Penerbangan Langsung ke Brunai Darussalam

“Kami tidak berharap terlalu banyak, untuk memaksimalkan sarpras paling tidak mereka punya itikad yang baik untuk memulai untuk mengadakan fasilitas satu saja dulu. Sehingga arsip ini bisa terselamatkan, dilestarikan untuk kepentingan pelaksanaan pembangunan yang ada di daerah kita,” tukasnya.

Adapun penilaian pengelolaan kearsipan, lanjutnya, dimulai pada Senin hingga Jumat mendatang. Tim juri yang dilibatkan dua orang arsiparis dari provinsi. Para juri akan mendatangi OPD mewawancarai pengelolah arsip atau kepala dan sekretaris OPD. Kemudian meneliti dokumen arsip yang sudah dilakukan. Karena sebelumnya pihaknya sudah melakukan pembekalan terhadap pengelolah arsip. Termasuk juga memberikan kisi-kisi terhadap pointer yang akan dinilai oleh juri. Kedepannya, pengelolaan arsip yang baik dan benar sesuai ketentuan dapat terus dilakukan oleh OPD. Mengingat hal ini bukan kepentingan sesaat, tetapi kepentingan jangka panjang.

Berita Terkait:  Program Pemprov NTB Tetap Berkesinambungan

Pihaknya juga berharap kedepannya, setiap OPD memiliki arsiparis minimal satu orang. Mengingat pentingnya arsiparis dalam melakukan pengelolaan kearsipan. Selain itu, para arsiparis di OPD dapat di berikan SK supaya dapat memberikan semangat untuk giat melaksanakan pekerjaannya.

“Kita juga berharap fungsional arsiparis ada di Sumbawa. Kita ingin mensosialisasikan bahwa pentingnya arsiparis pada setiap OPD,” pungkasnya. (NM3)