Beranda PEMERINTAHAN Dinilai Buruk, Bantuan Benih Jagung Provinsi Tidak lalui Uji Lab ?

Dinilai Buruk, Bantuan Benih Jagung Provinsi Tidak lalui Uji Lab ?

BERBAGI
Ilustrasi : Sumber Foto Google

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa menerima keluhan petani atas buruknya bantuan benih jagung dari Provinsi NTB yang diterima. Diketahui keluhan tersebut terhadap benih jagung varietas JH 27 yang hanya memiliki daya tumbuh sangat rendah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si. (Foto : Roby Teja)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawam, Ir. Talifuddin kepada wartawan mengatakan, di tahun 2019 pihaknya mendapatkan benih jagung untuk 28.755 hektar dari provinsi dan pusat. Diantaranya 15.000 hektar  MK 1 dan 13.755 hektar di MK 2.

Untuk MK 1, 10.000 hektar merupakan bantuan  provinsi. Rinciannya 7.000 hektar atau 105 ton untuk varietas HJ 21 dan 3.000 hektar atau  45 ton varietas JH 27. Khusus varietas HJ 21, semuanya tumbuh. Namun untuk JH 27 hanya 780 kilogram yang tumbuh dari 45 ton benih.

“HJ yang 7.000 hektar 105 ton tumbuhnya bagus. Yang bermasalah JH, hanya 780 kilogram yang bagus tumbuh. Yang tidak tumbuh 44.220 kilogram. Dibawah 1 persen tumbuh,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/5).

Berita Terkait:  NTB Bangkit! JK Instruksikan Percepatan Pembangunan

Terhadap bibit bantuan pusat, diakuinya sudah tidak ada masalah. Karena selain kualitasnya diatas kualitas bantuan provinsi, juga produksinya bisa mencapai 9 sampai 10 ton.

“Kalau untuk bibit pusat tidak ada masalah,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah turun ke sejumlah tempat mengecek daya tumbuh dari varietas JH 27. Varietas tersebut tidak tumbuh, kurang bagus dan tidak sempurna. Bahkan dari hasil uji lab yang dilakukan pihaknya, kualitasnya di lapangan daya tumbuhnya hanya 50 persen. Sementara benih minimal daya tumbuhnya 80 persen. Umpamanya dari 100 biji, harus bisa tumbuh 80 biji.

“Untuk JH 27, kualitas tumbuhnya di lapangan 50 persen. Cocok dengan hasil uji lab. Kalau HJ 21 itu rata-rata 85 sampai 90 persen,” terang Talif.

Berita Terkait:  Singkronkan Program Pariwisata, Hj Rohmi Berkunjung ke Dompu

Sebelumnya, kata Talif,  salahnya pihak provinsi langsung mendrov benih tanpa menunggu adanya hasil uji lab. Sehingga setelah ditanam, satu varietas kualitas tumbuhnya rendah. Pihaknya pun sudah menemui pihak provinsi untuk menanggapi serius hal ini. Ternyata ada upaya dari PPK mencari upaya alternatif. Tidak lama, datang pihak penyedia dari Makasar ke Sumbawa dan langsung diajak untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Setelah dicek, pihak penyedia sudah sanggup untuk mengganti. Kelompok tanipun sudah siap menerima, tinggal menunggu bibit tersebut datang. Nantinya bibit juga akan dilakukan uji lab.

“Kita  minta ganti dengan yang baru. Kemarin datang yang pengadaan siap dia ganti, sekarang dalam perjalanan. Sekarang Akan diganti dengan HJ 21 agritan. Karena HJ 21 agritan tumbuh bagus. Sehingga sudah sepakat di lapangan bahwa kelompok tani menerima yang namanya HJ 21 agritan itu,” tandasnya.

Berita Terkait:  Kemajuan Dunia Usaha Penunjang Pembangunan Daerah

Seharusnya, kata Talif, bibit jagung ini dites terlebih dahulu di provinsi sebelum didrov. Supaya petani tidak dirugikan dengan menanam bibit yang daya tumbuhnya rendah. Untuk itu, setelah melakukan pengecekan dan melakukan uji lab, pihaknya langsung meminta agar bibit yang tidak tumbuh itu segera diganti. Karena jika lama diganti petani tidak lagi mau menanam bibit tersebut.

Pihaknya berharap kedepannya kualitas varietas bibit bantuan provinsi bisa sama dengan bantuan pusat. Karena kualitas sangat bagus. Namun jika tetap sama seperti sekarang, maka pihaknya enggan menerima bantuan dimaksud.

“Kalau masih varietas sama, tahun depan saya tidak mau menerima bantuan bibit provinsi.  Kecuali provinsi sama dengan varietas pusat saya mau,” pungkasnya. (NM3)