Beranda PEMERINTAHAN Dinas Perdagangan NTB Sanjung SRG Kabupaten Sumbawa

Dinas Perdagangan NTB Sanjung SRG Kabupaten Sumbawa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Dari empat Sistem Resi Gudang (SRG) yang ada di NTB, Kabupaten Sumbawa dinilai mampu berjalan baik dan mengalami peningkatan.

Demikian diungkapkan L Suparno selaku Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangn Provinsi NTB.

Sejauh ini di NTB kata dia, telah berdiri satu unit gudang di Kabupaten Lombok Timur, satu unit di Kabupaten Dompu dan dua unit di kabupaten Sumbawa.

“Justru yang di Sumbawa ini yang lancar dan bagus. Yang di Kecamatan Lopok itu. Nah kalau yang di Labangka belum,” tuturnya.

Berita Terkait:  Tak Boleh Monoton, Korpri Diminta Tinggalkan Kegiatan Seremonial

Menurutnya keberadaan SRG dihajatkan agar petani mendapatkan harga jual gabah yang tinggi. Sebab, patani umumnya langsung menjual gabah setelah panen secara bersamaan. Sehingga saat itu, harga gabah menjadi anjlok.

“Pada saat panen raya harga itu kan anjlok. Jadi ditunda, dimasukkan ke gudang dapat resi. Tentu dengan terlebih dahulu ada uji mutu dan kualitas. Karena barang yang masuk SRG itu kan sudah ada meknismenya,” ujarnya.

“Petani dapat memperoleh uang, cukup dengan resi itu. Begitu barang masuk, petani bisa dapatkan dana melalui perbankan. Bisa untuk modal nanam berikutnya. Begitu barangnya laku, ada kelebihan selisih harga, dia juga bisa dapat uang lagi,” tambahnya lagi.

Berita Terkait:  Perempuan Berkarir, Keluarga adalah Support Terbaik!

Lebih jauh diungkapkan Suparno, dengan cara demikian petani diharapkan tidak mengalami kesulitan, termasuk sebagai modal menghadapi musim tanam berikutnya. Selain dengan menjamin resi di perbankan, petani juga menjual gabah di SRG melalui pasar lelang.

“Mau jual lewat pasar lelang juga bisa. Petani hanya cukup membawa resi itu ke buyer-buyer di pasar lelang. Nanti kita fasilitasi kegiatan pasar lelang, kita datangkan buyer, undang petaninya. Jadi ketemu disitu,” jelasnya.

Untuk kedepan akan dilakukan refitalisasi pasar lelang dari cara konfensional atau bertemu seara langsung, menjadi online. Sehingga petani dan buyer dapat bertemu atau bertransaksi langsung melalui perangkat secara online.

Berita Terkait:  Catat! Ini Jadwal Test SKD CPNS di NTB

“Kedepan ada refitalisasi pasar lelang, kita upayakan bisa online. Nanti ada penyelenggara pihak ketiga. Jadi tidak perlu ketemu langsung, cukup bisa lewat HP-pun sudah bisa,” demikian Suparno. (NM2)