Beranda PEMERINTAHAN Dihadapan Seluruh Kepala Daerah, Bang Zul Paparkan Visi Misi NTB Gemilang

Dihadapan Seluruh Kepala Daerah, Bang Zul Paparkan Visi Misi NTB Gemilang

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah memaparkan visi membangun NTB Gemilang dan enam point misi dalam mewujudkan NTB Gemilang pada Tahun 2019-2023.

Hal ini disampaikan Gubernur yang kerap disapa Bang Zul pada saat menghadiri acara Forum Pimpinan Daerah dan Forum Perangkat Daerah, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi NTB tahun 2020, di Hotel Lombok Raya, Senin (1/4).

Menurutnya NTB yang gemilang kedepan harus terukur dalam mewujudkan NTB Baldatun Toyyibatun Warabbun Gofur. Kalimat yang indah itu mengandung makna bukan saja tujuan pembangunan kita akan tercapai, tapi kita menginginkan NTB ini sebagai satu area yang Allah SWT menghadirkan Magfirahnya buat kita semua.

NTB Tangguh dan Mantap sebagai misi pertama, menurutnya Tangguh ini bukan hanya sekedar analogi kuda jantan saja, tapi tangguh adalah kemampuan untuk bangkit.

Jadi tangguh itu kata Bang Zul adalah orang yang punya kemampuan bangkit delapan kali setelah terjatuh tujuh kali. Seperti yang dikatakan oleh kepala Negara, NTB sebagai Provinsi yang dilingkipi Ring of Fire, yang memungkinkan berbagai macam bentuk bencana bisa terjadi kapan saja menyapa.

Untuk itu, sangat diperlukan adanya daya tahan, namun juga harus bisa memprediksi dan berdamai ketika bencana itu menyapa dating menyapa.

Berita Terkait:  Doktor Zul : Lima Tahun Lagi, KSB Akan Berbeda dan Mengalami Kemajuan

“Kalau kita lihat di negara maju, orang Jepang ada bencana gempa bumi, mereka meresponnya dengan biasa, tahu dan jernih tentang apa yang harus mereka lakukan. Jadi tangguh itu, NTB ini mau banjirkah, tanah longsor, mau gempa bumi, mau apa minimal kita punya kejernihan, tidak panik untuk menghadapi bencana dan punya kemampuan mengantisipasi kira-kira bencana menyapa kita,” paparnya.

Sedangkan NTB mantap, Bang Zul mengatakan itu adalah ekspresi besar untuk menginginkan infrastruktur NTB yang bagus.

“Mudah-mudahan kita tidak menginginkan ada infrastruktur di NTB yang tidak beraspal, semuanya mantap. Infrastruktur mantap bukan hanya ada di Pulau Lombok tapi juga pulau-pulau yang lain di NTB,” ucapnya.

Kedua, NTB bersih dan melayani, menurut gubernur, ini merupakan kata yang gampang diucap, tapi susah untuk dilaksanakan. Siapa yang menjadi gubernur bupati, harus mau melayani dan berinteraksi dengan masyarakat. “Jadi nggak gampang, karena godaannya banyak, posisi kita yang mungkin terlena,” ujarnya.

Untuk itu, misi ini betul dijaga agar jangan sampai ada hal-hal yang melukai masyarakat kita dikemudian hari. “Ini gampang tapi susah, kalau tidak kita saling bertemu dan mengingatkan,” tuturnya.

Ketiga, NTB sehat dan cerdas, dalam hal ini gubernur mengatakan, segala kemajuan yang ada di NTB saat ini, akan tidak memiliki makna kalau masyarakat sakit, masih ada masyarakat yang meninggal dijalan karena sakit karena tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai dan karena jauhnya pelayanan kesehatan.

Berita Terkait:  Ini Sikap Pemprov Soal Proyek Mangkrak!

“Apa guna kita ada MotoGP, ada Mandalika dan lain sebagainya, kalau masyarakat kita sakit, ada yang meninggal di jalan karena tudak menemukan fasilitas kesehatan, ada yang meninggal di jalan karena nggak ada bidan, nggak ada dokter,” tegasnya.

Sedangkan untuk NTB cerdas, ia mengatakan bahwa semua masyarakat NTB harus berpendidikan. Karena untuk mendapatkan pendidikan adalah hak bagi siapa saja, semua strata sosial berhak untuk mendapatkan pendidikan dasar, begitu juga menengah dan termasuk untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Keempat, NTB Asri dan Lestari, dalam mensukseskan misi ini, gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan kesejukan di Kabupaten/kota dengan menata dan menghadirkan tanaman-tanaman yang asri sehingga di NTB kita bisa menemukan tempat tenang dan nyaman. “Keasrian ini penting, taman-taman kita indah supaya kabupaten kita tambah bagus,” imbuhnya.

Sedangkan untuk mewujudkan NTB lestari, ia meminta pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Hutan. Dengan demikian lingkungan dan alam lestari yang kita dambakan akan terwujud, tentunya kita akan terhindar dari berbagai macam bencana.

Kelima, NTB Sejahtera dan Mandiri, menurut gubernur untuk mewujudkan NTB sejahtera yang menjadi prioritas pemerintah. Kemakmuran, kesejahteraan, daya beli harus diprioritaskan. Karena kesejahteraan punya korelasi positif dengan akrab dan ramahnya daerah pada investor.

Berita Terkait:  NTB Petakan Komoditi yang Siap di Industrialisasi

“Tidak mungkin ada lapangan kerja, tidak mungkin kita menyelesaikan kemiskinan kalau kita tidak ramah terhadap investasi,” ungkapnya.

Ia mengingatkan tidak boleh birokrat dan pimpinan untuk mempersulit hadirnya investasi atau dunia usaha di tempat kita. Justru sebaliknya apa yang bisa dilakukan supaya investor merasa betah dan nyaman dibandingkan daerah-daerah yang lain.

“Bila perlu kita menjemput pengusaha yang ada disana itu, untuk hadir di tempat kita, dan itu biasanya karena pertemuan-pertemuan informal, bukan karena yang formal,” terangnya.

Sedangkan untuk mandiri mengandung makna yang identik dengan anak-anak muda daerah kita berpartisipasi aktif bukan sebagai penonton tapi sebagai pemain. “Kita tidak ingin MotoGP, Mandakika, Smelter, kalau semua orang tenaga kerjanya itu dari luar NTB,” ujarnya.

Keenam, NTB Aman dan Berkah, artinya orang yang datang ke NTB tidak merasa takut. Sedangkan berkah itu adalah maghfirah Allah SWT akan menyapa semuanya.

“Semua poin itu, kab/kota harus selalu membahas dalam pertemuan intens. Mudah-mudahan dengan sering bertemu banyak hal lain yang bisa kita sampaikan dan selesaikan bersama,” demikian Gubernur NTB. (NM1)