Beranda PEMERINTAHAN DED, AMDAL dan Alasan Relokasi RSUD ke BBU Sering

DED, AMDAL dan Alasan Relokasi RSUD ke BBU Sering

BERBAGI

NUSRAMEDIA, SUMBAWA — Rencana relokasi RSUD Sumbawa telah memasuki tahapan penyusunan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Detail Engineering Design (DED).

AMDAL dan DED merupakan dua dari empat dokumen prasyarat pengajuan ijin pembangunan Rumah sakit yang harus dipenuhi, termasuk Uji Kelayakan dan Master Plan.

“Kita sedang menyusun AMDAl dan DED. Jadi dua dari empat dokumen prasyarat yang harus dilengkapi pada syarat pengajuan ijin dua sudah tuntas, dan dua sedang berjalan. Karena Feasibility Study sudah, Master Plan juga sudah,” kata Zainal Arifin, Kabag Pembangunan Setda Sumbawa di Ruang Kerjanya, kemarin.

Berita Terkait:  Abdul Rafiq Apresiasi Kinerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa

Menurutnya, relokasi RSUD sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi pemenuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Sumbawa. Sebab dari jumlah penduduk Sumbawa dengan ketersediaan ruang rumah sakit itu sudah seimbang.

Dijelaskan, lokasi relokasi di BBU Sering merupakan wilayah yang paling memenuhi kriteria yang dipersyaratkan Kementerian Kesehatan RI. Salah satunya acsesibility yang mencakup kemudahan jalan, ketersediaan listrik, pasokan air dan jaringan telepon.

“Dari kajian teknis, dari beberapa lokasi yang menjadi calon lokasi relokasi RSUD, yang memenuhi kriteria Accsesibility yakni mudah dijangkau oleh masyarakat, baik yang dari luar kota maupun dalam kota adalah BBU Sering. Untuk tahap tersebut, kita juga pernah mengundang dari Kementerian kesehatan untuk meninjau lokasi rencana relokasi. Misalnya air, tidak semuanya dapat memnuhi. Akses jalan juga demikian. Yang memenuhi semua di  BBU itu,” jelasnya.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Serukan Jaga Kondusifitas Daerah

Terhadap keraguan yang ada di masyarakat atau pihak lainnya, semuanya akan terjawab dalam dokumen AMDAL dan DED. “Misalnya limpasan air hujan. Air hujan itu mau kemana, nanti itu akan terjawab dalam DED. Karena apa, Karena pembangunan RSUD itu nantinya pasti akan ada intervensi dari PU terkait pembuangan air limpasan misalnya dari air hujan. Kemudian jalan. Misalnya sekarang dianggap rendah, itu bisa ditinggikan atas intervensi PU,” jelasnya, juga menambahkan, limbah Rumah sakit, nantinya akan diolah dengan teknologi tinggi. (NM2)

Berita Terkait:  HUT Sumbawa Ke-60, Ini Arahan Bupati Sumbawa