Beranda PEMERINTAHAN BMKG : Waspadai Suhu Maksimum!

BMKG : Waspadai Suhu Maksimum!

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumbawa, Endriyono menghimbau masyarakat mewaspadai peningkatan suhu yang terjadi akhir-akhir ini, yang mencapai 37.2 derajad. Suhu maksimum tersebut, dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama musim kemarau seperti saat ini.

“Suhun maksimum ini perlu diwaspadai terhadap kebakaran hutan dan lahan. Dan dari pencitraan satelit beberapa waktu lalu terdeteksi satu hot spot (titik panas) di Kabupaten Sumbawa. yang paling banyak itu didaerah bima dompu, dan di Kabupaten Sumbawa itu ada satu. Ini memang tidak terlalu signifikan, tapi tetap harus diwaspadai. Kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau ini, apalagi dengan suhu sekarang, itu sangat-sangat harus diwaspadai,” jelasnya.

Berita Terkait:  Pilkades Serentak Libatkan Seluruh OPD di Sumbawa

Menurutnya, kondisi suhu maksimum disebabkan posisi matahari persis berada diatas garis lintang Sumbawa. “Sebenarnnya bukan hanya kita. Jadi seluruh daerah dan wilayah yang berada pada garis lintang yang sama itu, sejatinya merasakan suhu yang sama,” katanya.

Diakuinya, meski belum dapat disebutkan sebagai suhu ekstrim, namun peningkatan suhu tersebut diluar normal. Peningkatan suhu maksimum tersebut tercatat tertinggi sekitar 15 hingga 20 Oktober.

“Suhu normal di Sumbawa tercatat maksimal 33-35 derajad. Sekrang suhu maksimum di Sumbawa itu mencapai 37.2 derajat. Puncaknya antara 15 hingga 20 oktober. Sedangkan untuk suhu ekstrim di Sumbawa pernah mencapai 39 derajad,” jelasnya, sehingga, jika belum diatas atau mencapai 39 derajad, tidak dapat dikategorikan suhu ekstrim.

Berita Terkait:  Bangkitkan Pariwisata Sumbawa, H Junaidi : Butuh Kolaborasi Maksimal!

Dijelaskan, saat ini secara umum masih berada pada akhri musim kemarau, yang ditandai masih berhembusnya angin moson tenggara. Angin tercatat masih dari Benua Australia menuju daerah tekanan rendah ke sekitar Philifina.

“Saat ini kita masih berada di akhir musim kemarau, lagi sebentar kita masuki musim hujan. Sekarang kita lihat, dominan angin masih bertiup dari tenggara . Sekarang pusat tekanan rendah itu berada di asia, sekitar Philipina. Jadi angin masih akan bertiup kesana,” ungkapnya. (NM2)

Berita Terkait:  Wagub NTB Harap Mobil Listrik Segera Diproduksi Massal