Beranda PEMERINTAHAN Belanja RAPBD NTB 2021 Masih Prioritaskan Penanganan COVID19

Belanja RAPBD NTB 2021 Masih Prioritaskan Penanganan COVID19

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — DPRD Provinsi NTB menggelar Rapat Paripurna, Selasa pagi (24/11) tadi. Agenda kali ini, fokus pada Penjelasan Gubernur NTB terhadap Nota Keuangan dan Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2021. Paripurna digelar tepatnya di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD setempat.

Gubernur NTB diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB H Lalu Gita Ariadi menyampaikan, Nota keuangan dan Raperda APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2021 meliputi tiga komponen utama yaitu : Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah.

“Pendapatan daerah pada Rancangan APBD tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 5.473.931.855.427,00, bertambah sebesar Rp141.027.852.946,98 atau meningkat 2,64 persen dibandingkan dengan target pendapatan daerah pada apbd perubahan tahun anggaran 2020 sebesar Rp 5.332.904.002.480,02,” ungkapnya.

Kemudian Sekda menjelaskan, total pendapatan daerah tersebut berasal dari tiga sumber utama pendapatan yaitu:
Pendapatan asli daerah (PAD), direncanakan sebesar Rp 1.954.341.221.233,00 kemudian Pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp 3.464.809.730.250,00 dan
Lain-lain pendapatan daerah yang sah, direncanakan sebesar Rp 54.780.903.944,00.

Berita Terkait:  Abdul Rafiq Apresiasi Kinerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa

Selanjutnya, belanja daerah pada rancangan APBD tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 5.528.931.855.427,00, bertambah sebesar Rp 50.812.413.484,35 atau meningkat 0,93 persen dibandingkan dengan target apbd perubahan tahun anggaran 2020 sebesar Rp 5.478.119.441.942,65.

Total belanja daerah tersebut terdiri atas belanja operasi yang direncanakan sebesar Rp 4.120.641.130.321,00, belanja modal direncanakan sebesar Rp 701.891.282.902,00, belanja tidak terduga direncanakan sebesar Rp 10.000.000.000,00 dan belanja transfer, direncanakan sebesar Rp 696.399.442.204,00.

“Total belanja daerah tersebut, rencananya dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan yang tersebar pada berbagai urusan pemerintahan daerah Provinsi NTB urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar sebesar Rp 3.482.482.071.942,00,
Urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar sebesar Rp 230.889.407.757,00, urusan pemerintahan pilihan sebesar Rp 453.776.949.980,00, unsur pendukung urusan pemerintahan sebesar Rp 371.766.172.497,00, unsur penunjang urusan pemerintahan sebesar Rp 947.544.812.027,00, unsur pengawasan urusan pemerintahan sebesar Rp 26.020.291.897,00 dan unsur pemerintahan umum sebesar Rp 16.452.149.327,00,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Program Jumpa Zul-Rohmi, Solusi Tuntaskan Persoalan Masyarakat NTB

Sementara itu, pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
Penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2021, direncanakan sebesar Rp 65.000.000.000,00 dan pengeluaran pembiayaan tahun anggaran 2021, direncanakan sebesar Rp 10.000.000.000,00 dengan demikian pembiayaan netto sebesar Rp 55.000.000.000,00 yang dialokasikan untuk menutupi kebutuhan belanja daerah karena defisitnya pendapatan daerah.

Terakhir, dari struktur rancangan APBD tahun anggaran 2021 tersebut, kebijakan pembangunan daerah tahun 2021 diprioritaskan kepada program dan kegiatan yang terkait dengan penanganan dampak sosial ekonomi pandemi covid-19 yaitu penguatan sektor kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19, dengan intervensi anggaran kurang lebih sebesar Rp 482.367.259.780,00, kemudian Jaring pengaman sosial (JPS), direncanakan anggarannya untuk kesejahteraan dan penanganan sosial kemasyarakatan kurang lebih sebesar Rp 119.460.188.300,00, serta penyempurnaan data terpadu bidang kesejahteraan sosial serta penanganan dampak ekonomi pasca pandemi Covid-19, direncanakan anggaran kurang lebih sebesar Rp 250.509.637.265,52 termasuk di dalamnya industri kecil menengah (IKM) yang tersebar pada sektor pertanian dalam arti luas, industri, perdagangan dan pariwisata. (red) 

Berita Terkait:  Selamat, NTB Raih ASR 2018