Beranda PEMERINTAHAN Bahas Perda Pembubaran PT DMB, Pansus V DPRD NTB Temui PT AMNT

Bahas Perda Pembubaran PT DMB, Pansus V DPRD NTB Temui PT AMNT

BERBAGI
Kedatangan para rombongan Pansus V DPRD NTB diterima langsung oleh Pesiden Direktur (Presdir) PT. AMNT Rahmat Makkasau dan jajaran di Jakarta, Senin (20/5) lalu.

NUSRAMEDIA.COM, JAKARTA — Panitia Khusus (Pansus) V DPRD Provinsi NTB yang bertugas membahas Rancangan Perda tetang Pembubaran PT. Daerah Maju Bersaing (DMB), melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT). Kedatangan para rombongan diterima langsung oleh Pesiden Direktur (Presdir) PT. AMNT Rahmat Makkasau dan jajaran di Jakarta, Senin (20/5) lalu.

Panitia Khusus (Pansus) V DPRD Provinsi NTB yang bertugas membahas Rancangan Perda tetang Pembubaran PT. Daerah Maju Bersaing (DMB), melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT).

Ketua Pansus V DPRD NTB,  H. Johan Rosihan menyampaikan bahwa tujuan kedatangan Pansus dalam  rangka ingin mendapat berbagai masukan sebagai pertimbangan untuk memutuskan keberlanjutan PT.DMB.

“Dialog konsultasi dan penjelasan PT. AMNT menjadi pertimbangan penting bagi Pansus untuk membuat keputusan. Arah awal dari pansus sepertinya ingin mempertahankan keberadaan PT.DMB, sehingga kami ingin mendapat masukan bila memungkinkan agar PT.DMB dapat terus berlanjut dan mendapat pekerjaan yang dapat dikerjasamakan dengan PT.AMNT diluar core bisnis PT.AMNT, sehingga menjadi sumber pemasukan PAD yang positf bagi daerah,” kata H Johan Rosihan.

Berita Terkait:  Lembar Diperketat, NTB Terbitkan Kartu Isolasi Diri 

Menanggapi hal itu, Presiden Direktur Utama PT.  AMNT,  Rahmat Makkasau menyampaikan bahwa PT.AMNT telah memberikan kesempatan yang luas kepada perusahan daerah di NTB untuk ikut terlibat dalam pengerjaan beberapa kegiatan di PT.AMNT.

“Sejak  awal kami sangat terbuka dalam memeberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada perusahan daerah tidak  hanya PT. DMB, namun perusahaan daerah yang lain juga untuk terlibat  dalam mensuport kegitaan PT.AMNT,” tuturnya.

“Silahkan buat konsep awal dan akan kami pelajari. Bahkan kedepan peluang kerjasama akan   semakin besar, sejalan dengan rencana PT.AMN untuk membangun smelter,” imbuh Rahmat Makkasau.

Pembangunan smelter sambungnya, adalah investasi yang bernilai besar. Sehingga pembelanjaan juga akan besar, termasuk untuk industry turunan dari pembangunan smelter.

Peluang perusahaan daerah kata dia, sangat terbuka untuk terlibat dalam kerjasama. Namun  melihat kondisi yang terjadi di PT. DMB saat ini, secara pribadi ia menyarankan agar PT.DMB lebih positif jika dibubarkan dan dibentuk perusahaan baru.

Berita Terkait:  Kabar Gembira! Bulan Depan, ASN NTB Bisa Ikut Kursus Gratis di Darwin

“Secara pribadi diluar jabatan sebagai Presiden Direktur, sebagai orang yang lama terlibat dalam dunia bisnis, kalau boleh saya memberi saran lebih baik dibentuk badan usaha yang baru, dengan nama dan semangat yang baru dan dengan rencana yang matang disesuaikan dalam bidang apa perusahaan akan bergerak,” saran Rahmat.

Sementara itu, Direktur PT DMB, Andi Hadianto yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan bahwa dirinya sangat setuju dengan keinginan pihak Pansus, agar perusahaan daerah mengambil peran dalam mengelola pontensi daerah.

Dimana tidak hanya dalam bidang pertambangan, namun juga kata Andi, dalam bidang lainnya. Yaitu diantaranya bidang pertanian, perkebunan, kelautan serta berbagai bidang lainnya.

Kendati demikian, terkait dengan proses yang terjadi di PT DMB, Andi menjelaskan saat ini keberadaan PT DMB sangat sulit untuk dipertahankan. Karena pemegang saham sudah memutuskan untuk menarik sahamnya dari PT DMB.

Berita Terkait:  Sidang Isbat Nikah 2019, Ikhtiar Pemda KLU Bantu Masyarakat

“Dalam hal ini perlu kajian hokum. Karena dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada tanggal 3Agustus 2018 lalu, semua pemegang saham yaitu  Pemerintah Provinsi NTB dengan 40% saham, Kabupaten Sumbawa Barat 40% saham, dan Kabupaten Sumbawa 20% telah sepakat untuk membubarkan diri,” demikian ungkap Andi Hadianto.

Tak lama setelah mendapat masukan dari kedua belah pihak tersebut, diakhir pertemuan H Johan Rosihan menyatakn bahwa hasil dialoh menjadi masukan bagi pihak Pansus V DPRD NTB.

Kemudian akan melakukan pertemuan internal dengan tenaga ahli, guna membuat keputusan  pansus terhadap Raperda Pembubaran PT. DMB yang akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD NTB. (NM1)