Beranda HUKRIM Alhamdulillah, Akhirnya Konflik di Lunyuk Usai!

Alhamdulillah, Akhirnya Konflik di Lunyuk Usai!

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Alhamdulillah, mungkin itulah ucapan atau kata yang pas menggambarkan pemberitaan pada Rabu 26 Desember 2018 ini.

Gubernur NTB, Dr H Zulieflimansyah didampingi Wakil Bupati Sumbawa, H Mahmud Abdullah dan pihak TNI/Polri. Terlihat pula,hadir mendampingi, yaitu Anggota DPRD NTB asal Dapil V Sumbawa-KSB, H Nurdin Ranggabarani.

Pasalnya, konflik ‘Kesalah Pahaman’ antar warga di wilayah Lunyuk–Kabupaten Sumbawa yang sempat bergejolak bahkan mencuat ramai diperbincangkan hingga social media (sosmed) akhirnya usai sudah.

Berkat kesigapan, aparat setempat TNI/Polri serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa persoalan yang terjadi diwilayah bagian tersebut akhirnya teratasi secara baik dan penuh kekeluargaan.

Menuntaskan persoalan ini dan seakan tak mau tinggal diam Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah juga turut terjun langsung kelapangan mengunjungi warga Hindu di wilayah Lunyuk, Selasa (25/12) kemarin.

Disana, orang nomor satu di NTB itu disambut hangat, yang mana maksud dan tujuan dari kedatangannya, tak lain melakukan upaya pencegahan meluasnya persoalan tersebut.

Terlebih sempat dikabarkan bahwa diduga warga juga melakukan aksi perusakan tepat peribadatan milik masyarakat Hindu di Lunyuk.

Berita Terkait:  Brigadir RDM Dipecat Secara Tidak Hormat

Pada momen ini, Doktor Zul dalam dialognya bersama warga setempat mengungkapkan bahwa persoalan ini tak lebih dari salah paham semata.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar menahan diri dan menyelesaikan persoalan dengan cara kekeluargaa dan bermusyawarah.

Selain itu, ia juga menghimbau siapapun untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.  Adanya pelemparan terhadap rumah ibadah milik umat hindu, menurut Doktor Zul lebih di adanya komunikasi yang kurang singkron.

“Jadi mohon diskusi dan postingan yang membuat hangat segera kita hentikan karena masyarakat di sini aman tenang dan bersahabat, bahwa ada riak karena salah paham,” tuturnya.

“Sudah diselesaikan secara hukum. Terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah bertindak sangat cepat. Begitu juga teman teman TNI dan tokoh masyarakat di sini,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Kumpulan Pemuda Pulang Jalan Kaki, Belasan Motor Diamankan Polisi

Terkait adanya kerusakan tempat ibadah warga Hindu akibat pelemparan tersebut, Gubernur berjanji akan segera di perbaiki dan biaya perbaikan di tanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi NTB.

“Kalau ada rusak genteng dan pagar sedikit segera akan kami perbaiki. Jadi mari kita semua agar bijak menggunakan media social. Jangan share (upload) berita tanpa klarifikasi,” pinta Gubernur NTB.

“Apapun persoalan yang muncul dan mengoyak kedamaian di masyarakat, harus diselesaikan dengan duduk bersama dan bertabayyun. Komunikasi yang baik adalah kuncinya,” tambahnya lagi.

Lebih jauh diungkapkan Doktor Zul, bahwa keberagaman yang terbalut dalam bingkai kebersamaan penuh kedamaian hidup bersama di NTB, harus dirawat dan dijaga dengan penuh kesungguhan.

“Itu adalah modal sosial yang telah terbangun puluhan tahun di Pulau Lombok dan Sumbawa,” tegasnya sembari berpesan serta meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan adanya informasi bohong mencuat di sosmed tanpa ada kelarifikasi.

Berita Terkait:  Dihadapan Seluruh Kepala Daerah, Bang Zul Paparkan Visi Misi NTB Gemilang

Sekedar informasi, persoalan ini bermula pada Jum’at (21/12) lalu dari adanya pesan hasil screenshoot sebuah perbincangan melalui social media yakni WA yang menjurus ke SARA dan beredar luas hingga Facebook (FB).

Tepat pada Sabtu (22/12), persoalan ini langsung dilaporkan ke Pihak Kantor Desa Padasuka dan ditindak lanjuti oleh pihak Kepolisian (Polsek Lunyuk) juga melibatkan pihak TNI.

Sedangkan pada Ahad (23/12), sekitar pukul 08.00 pagi sempat menimbukan reaksi yakni terkonstrasinya sejumlah massa meminta kepada pihak Kepolisian agar menindak lanjuti persoalan tersebut.

Kendati demikian, sebagaimana diberitakan bahwa persoalan ini, telah usai dan berakhir baik bahkan penuh kekeluargaan. Terlihat di wilayah Lunyuk, situasi dan kondisi begitu aman dan damai. (NM1)