Beranda PARIWISATA Wabup Minta Sadekah Ponan Terus Dilestarikan 

Wabup Minta Sadekah Ponan Terus Dilestarikan 

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah berkesempatan menghadiri Sadekah Ponan tahun 2020, Minggu (15/3). Dalam kesempatan tersebut, Wabup meminta agar tradisi budaya turun-temurun ini harus terus dilestarikan.

Karena selain sebagai simbol rasa syukur masyarakat petani, juga merupakan momentum kebersamaan, gotong royong dan kekompakan masyarakat  guna menunjang suksesnya pembangunan daerah.

Sadekah Ponan ini, merupakan tradisi tahunan masyarakat tiga dusun di Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa, yakni Dusun Poto, Lengas dan Malili. Kegiatan dilaksanakan di Bukit Ponan yang berlokasi di sebuah sawah (Orong Rea).

Tradisi ini dilaksanakan sebagai ajang silaturrahim bagi masyarakat ketiga dusun yang memiliki leluhur yang sama. Selain itu juga memohon doa dan berdzikir kepada Allah SWT, agar tanaman padi yang sudah ditanam melimpah. Tradisi ini juga memiliki keunikan tersendiri, karena terdapat jajanan khas seperti Buras, Lepat dan Patikal.

Berita Terkait:  Sejumlah Kapal Pesiar Mulai Berlabuh di Sumbawa

Jajanan tersebut semuanya dikukus dan dibungkus menggunakan daun pisang dan kelapa. Adapun tradisi ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat sekitar, tetapi juga pengunjung lainnya yang ada di Sumbawa. Setiap tahun pelaksanaan selalu ramai pengunjung, termasuk di tahun 2020 ini.

“Ini perlu dilestarikan, karena memiliki beberapa nilai. Antara lain dalam hidup ini kan selalu kita bersama berdoa kepada Allah. Kedua dalam hidup ini kita perlu menjaga lingkungan. Seperti tadi saya katakan, bahwa dalam adat ponan ini tidak ada kuliner yang digoreng. Dan kedua tidak ada yang pakai plastik, tetapi daun-daunan. Ini juga menjadi pelajaran bagi anak-anak muda kita,” kata Wabup.

Berita Terkait:  Kemendes PDTT Dukung Pengembangan 99 Desa Wisata di NTB

Menurut Wabup, sebagai bentuk dukungan, pemda tetap memberikan bantuan setiap tahunnya. Kedepannya kegiatan ini perlu dikemas sehingga lebih menarik. Tentunya peran panitia dan masyarakat setempat sangat penting untuk terus berinovasi mengembangkan kegiatan ini.

“Saya lebih serahkan kepada mereka bicarakan. Jangan kita yang suruh mereka, tetapi mereka yang ada upaya bisa berkembang. Kita minta proaktif. Jangan apa-apa dari atas saja turun, saya minta dari bawah. Pemda siap mendukung Insya Allah,” tegasnya.

Berita Terkait:  Pembebasan Lahan Tinggal 4 Hektar, Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Dimulai Oktober 2019

Adapun fasilitas di lokasi, lanjutnya, masih ada yang perlu dikembangkan, antara lain pagar keliling. Sedangkan khusus jalan, Wabup lebih menginginkan tetap seperti saat ini. Sehingga tetap terlihat alami.

“Yang perlu dikembangkan, diantaranya pagar. Tapi jalan saya lebih senang biar seperti itu. Jalannya tidak usah diaspal, biar seperti itu asli. Bagaimana dalam sawah diaspal, kurang unik,” pungkasnya. (red)