Beranda PARIWISATA Sempat Jadi Perdebatan, TNGR : Soal Pemisahan Tenda Pria dan Wanita Bukan...

Sempat Jadi Perdebatan, TNGR : Soal Pemisahan Tenda Pria dan Wanita Bukan Prioritas!

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Sejak dibukanya pendakian gunung rinjani pada Jum’at (14/6) lalu, mencuat perdebatan ditengah masyarakat.

Dimana para pendaki diminta dapat mengikuti adat istiadat setempat, agar tenda camping pria dan wanita harus dipisah.

Hal itu sudah dilontarkan oleh seorang tokoh masyarakat disekitar rinjani. Di bukit pergasingan sembalun, misalnya pendaki dilarang satu tenda yang bukan muhrimnya.

Menanggapi wacana pemisahan tenda pria dan wanita di rinjani, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono menegaskan tetap mendukung program wisata halal di NTB.

Berita Terkait:  Tahun Ini, Event Bau Nyale Juga Kampanyekan Zero Waste

Selain itu, pihaknya juga tidak akan menjalankan program pemisahan tenda tersebut, karena dianggap bukan menjadi program prioritas.

“Kami sangat mendukung program wisata halal dari Gubernur NTB,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 20 Juni 2019.

“Berkaitan dengan adanya gagasan pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan Rinjani, yang kemungkinan akan menjadikan pro dan kontra di masyarakat, maka dapat kami sampaikan bahwa program tersebut tidak akan kami laksanakan karena bukan menjadi prioritas TNGR,” tambah Sudiyono.

Berita Terkait:  Taman Kota Giri Menang Dihidupkan Lagi untuk Pusat Kreatifitas

Program TNGR saat ini lanjutnya, yaitu focus melakukan perbaikan manajemen pendakian, khususnya pada e-ticketing, pengelolaan sampah dan perbaikan sarpras jalur pendakian.

Oleh karenanya, Sudiyono berharap sekaligus meminta kepada masyarakat untuk mengakhiri perdebatan soal wacana pemisahan tenda pria dan perempuan di Rinjani.

“Kami mohon dengan hormat kepada semua pihak untuk segera mengakhiri pembicaraan (perdebatan) tema tersebut, karena bila diteruskan justru akan merugikan dunia pariwisata di Indonesia,” demikian. (NM1)