Beranda HEADLINE Selain MotoGP, Pengunjung Bisa Menikmati Kereta Gantung di NTB

Selain MotoGP, Pengunjung Bisa Menikmati Kereta Gantung di NTB

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Pembangunan di Nusa Tenggara Barat saat ini bisa dikatakan sedang menggeliat. Selain membangun sirkuit MotoGP di Mandalika, NTB saat ini juga mulai fokus dengan Kereta Gantung.

Untuk itu, rencana pembangunan kereta gantung dengan latar belakang Gunung Rinjani di Lombok, diharapkan tuntas sebelum penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021 mendatang.

“Jadi pengunjung yang datang ke Lombok tidak hanya menonton MotoGP, tapi bisa juga menikmati kereta gantung,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Madani Mukarom di Mataram.

Menurutnya, rencana pembangunan kereta gantung tersebut setelah investor PT Indonesia Lombok Resort yakni sebuah konsorsium antara China dan Indonesia bertemu Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah. “Dari pertemuan itu, bapak gubernur kemudian meminta agar hal itu bisa ditindak lanjuti,” tuturnya.

Kadis LHK juga menerangkan, rencana pembangunan kereta gantung dengan mengambil latar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dipastikan berada diluar kawasan konservasi.

Berita Terkait:  Kapolda NTB Salurkan Langsung BALASA di Gili Tramena

“Pembangunan kereta gantung ini tidak berada di zona inti kawasan TNGR. Melainkan diluar kawasan konservasi Rinjani,” ucap Madani.

Pembangunan kereta gantung oleh PT Indonesia Lombok Resort itu, akan membentang sepanjang 10 kilometer dengan mengambil lokasi utama di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Dimana, seluruh lintasan yang akan dilalui kereta gantung masuk dalam kawasan hutan lindung dan kawasan Tahura. “Jadi kawasannya itu masih di hutan lindung dan Tahura, belum masuk kawasan Rinjani yang selama ini di persoalkan,” ungkap Madani.

Kemudian untuk rute atau lintasan kereta gantung sepanjang 10 kilometer tersebut nantinya tidak akan melewati jalur pendakian yang biasanya dipakai para pendaki ketika akan menuju ke Pelawangan Sembalun, Pelawangan Senaru, Danau Segara Anak maupun Puncak Rinjani.

Berita Terkait:  Bertemu Tuan Guru Bagu, Habib Salim : PKS Milik Ummat

“Lintasan yang nanti dipakai untuk kereta gantung ini diluar lintasan yang dipakai para pendaki selama ini, sehingga pengunjung yang menaiki kereta gantung hanya melihat danau dan puncak Rinjani dari kejauhan. Jadi pembangunan kereta gantung ini bukan ingin merebut jalur pendakian ataupun masuk kawasan Rinjani,” paparnya.

Selain itu, menurut Madani Mukarom, rencana pembangunan kereta gantung tersebut sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bahkan, izin prinsip untuk memulai usaha sudah dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB.

“Tapi ini baru izin prinsip untuk mereka melakukan kajian. Durasinya pun bisa sampai empat bulan, baru keluar izin-izin lainnya, seperti izin operasional, izin lingkungan, izin usaha, izin pembangunan. Jadi untuk dapat membangunan kereta gantung prosesnya masih panjang,” kata Madani.

Berita Terkait:  Heboh! Benda Diduga Bom Tergeletak Disamping Kantor Bupati 

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa secara teknis untuk sarana dan prasarana pembangunan kereta gantung akan diangkut menggunakan helikopter, sedangkan untuk pembangunan sendiri menggunakan sistem “knock down” atau bongkar pasang sehingga dengan mudah dikerjakan.

“Nantinya bangunan tiang sebagai penopang jalur kereta gantung akan dipasang diketinggian antara 40-60 meter. Itupun tergantung rendah dan tingginya topografi lintasan yang dilalui kereta gantung. Tetapi seperti apa teknisnya masih dalam kajian dan survei terlebih dahulu,” ujarnya.

Lebih jauh diungkapkan Madani Mukarom, untuk nilai investasi dari pembangunan kereta gantung, belum dapat dijelaskan secara detail dengan alasan, pembangunan tersebut masih dalam tahap pengkajian dan survei lapangan.

“Berapa biaya pembangunan kita sementara ini belum dapat kepastian. Karena tergantung hasil kajian dan survei lapangan yang saat ini masih berlangsung,” demikian Madani Mukarom. (red)