Beranda PARIWISATA Pengembangan Kawasan SAMOTA Terus Didorong

Pengembangan Kawasan SAMOTA Terus Didorong

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Berbicara tentang Nusa Tenggara Barat mungkin tidak akan ada habisnya. Potensi wisata NTB kini perlahan mulai dikenal dunia.

Terlebih NTB terdiri dari dua pulau besar dengan memiliki potensi yang terbilang cukup luar biasa, yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Tak kalah dengan Pulau Lombok, khususnya di Pulau Sumbawa yang saat ini focus melakukan pengembangan kawasan baru yakni kerap disebut Samota.

Samota merupakan kawasan dan kepanjangan dari Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora.

Berita Terkait:  BPPD NTB Gelar Lomba Karya Jurnalistik Pariwisata

belum lama ini, kawasan samota telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh Unesco, karena diyakini mampu menarik perhatian masyarakat dunia.

Terlebih dalam hal menikmati keindahan alam bumi di Pulau Sumbawa. Di Pulau Sumbawa sendiri dapat dikatakan syurga yang menyimpan sejuta pesona akan keindahan alamnya.

Besarnya potensi yang dimiliki oleh kawasan samota ini mendorong pemerintah baik Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk melakukan terobosan-terobosan dalam rangka pengembangan kawasan tersebut hingga lebih menarik lagi.

Berita Terkait:  Masuk Kategori Terindah di Dunia, Menpar RI : Pulau Lombok Salah Satunya!

Salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah pembentukan Tim Percepatan Pengembangan (TPP) Kawasan Samota yang di Ketuai oleh H. Badrul Munir atau yang akrab disapa Haji Bam yang merupakan mantan Wakil Gubernur NTB.

Menurut Haji Bam, samota memiliki potensi yang sangat besar dan jarang terdapat ditempat lain seperti pariwisata, perikanan, pertanian, peternakan, biota laut dalam satu kawasan.

Ditambah lagi dengan Gunung Tambora yang memikliki nilai sejarah. Sehingga kata dia, kelasnya pun berada ditingkat nasional bahkan internasional.

Berita Terkait:  NTB Semakin Diminati, Calon Investor Temui Gubernur

Dalam pengembangannya lanjut Haji Bam Tim Percepatan akan terus berkoordinasi dengan kementrian terkait dan juga diharapkan kepada OPD di daerah untuk menurunkan programnya pada kawasan pelatihan ini. (NM3)