Beranda PARIWISATA Pemda Sumbawa Bakal “Jual Hiu Paus” Dimomen Ini…

Pemda Sumbawa Bakal “Jual Hiu Paus” Dimomen Ini…

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWASetelah sukses menjadi lokasi puncak pelaksanaan Sail Indonesia tahun 2018 lalu.

Kabupaten Sumbawa kembali dipercaya menjadi salah satu lokasi titik singgah pelaksanaan serupa untuk tahun 2019.

Pemda Sumbawa sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut event Promosi Industri Pariwisata dan Maritim dimaksud.

Bahkan salah satu yang akan diperkenalkan ke para peserta Sail nantinya adalah keberadaan hiu paus di perairan Teluk Saleh.

“Pastinya nanti kita lihat sejauh mana peran kita sebagai titik singgah sail yang katanya tahun ini agak besar rombongannya, dan kita sudah menjual ke mereka tentang hiu paus. Berarti dia (Peserta Sail) ada keinginan untuk menjelajah Teluk Saleh. Tahun kemarin kita menjadi acara puncak, mereka menjelajah tidak terlalu lama. Sekarang kita menjadi titik singgah, tapi kita ingin mereka menjelajah hiu paus,’’ kata Kepala Dinas Pemuda Olaraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa, Ir H Iskandar D M.Ec., Dev kepada wartawan, Senin (17/6).

Berita Terkait:  Tarik Investor, KEK SAMOTA Diperjuangkan

Menurutnya, Pemerintah Pusat juga menginginkan titik singgah di Kabupaten Sumbawa berada di Desa Labuhan Jambu Kecamatan Tarano, dengan lebih menonjolkan hiu paus yang keberadaan tidak ada disemua daerah.

“Kalau yang lain-lainkan ada di semua tempat, orang nari ada, cuman lain penarinya. Kalau hiu paus, kebetulan mereka penjelajah laut,” ungkapnya.

Meski begitu, potensi wisata lainnya yang dimiliki Kabupaten Sumbawa juga tetap ditata dan dipersiapkan dengan baik.

Lantaran dalam kegiatan Sail tahun 2018, para peserta Sail Indonesia juga sempat berkunjung ke sarkofag, serta menyaksikan aksi main jaran dengna joki cilik dan barapan kebo.

Berita Terkait:  MCF Berlangsung Semarak

“Harus menarik dari tahun sebelumnya. Kalau sama kayakak tahun lalu kata orang, kita rugi. Kalau lebih jelek, lebih celaka. Satu-satunya ya harus baik,” jelasnya.

‘’Ini yang sedang kita cari format efektif. Kita sedang menunggu teman-teman yang dari Kemenpar tim survey. Apakah kita harus pesta bakar ikan atau apalah gitu. Jadi di pantai malam bakar api unggun, pesta bakar ikan dan lain sebagainya. Jadi ikan nelayan laku, karena kita beli untuk di bakar. Pestanya pesta bahari,’’ tambahnya. (NM3)

Berita Terkait:  GOERS Dorong Pariwisata dan Pendapatan NTB Melalui e-Ticketing