Beranda PARIWISATA Pembangunan Kereta Gantung Perlu Kajian Matang

Pembangunan Kereta Gantung Perlu Kajian Matang

BERBAGI

“LBS : JANGAN TERGESA-GESA”

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Diketahui bersama, Nusa Tenggara Barat berencana akan membangun kereta gantung di Lombok dengan mengambil latar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Kendati demikian, Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (BPNR) DPRD NTB, Lalu Budi Suryata berharap kepada pemerintah provinsi untuk tidak tergesa-gesa dalam bertindak.

Karena banyak hal yang dirasakan oleh pria yang kerap dipanggil LBS itu penting untuk diperhatikan. “Saya harap pemerintah jangan tergesa-gesa dan gegabah memberikan izin rekomendasi pembangunan kereta gantung,” ujarnya, Sabtu (01/02/20).

Berita Terkait:  Salah Satu Upaya Lobar Menjawab Tantangan Ditengah Pandemi

Sikap kehati-hatian dinilainya perlu. Karena dikhawatirkan nantinya akan semakin memperparah kerusakan lingkungan. Oleh karenanya, ia meminta pemprov dapat melakukan kajian secara matang.

“Saya pikir pemerintah harus hati-hati, dan harus membuat semacam studi kelayakan atau FS (Feasibility Study) nya. Karena memang semuanya harus jelas,” kata Anggota DPRD NTB jebolan Dapil Sumbawa-KSB itu.

Menurut LBS, studi kelayakan perlu dilakukan guna melihat kayak atau tidaknya pembangunan tersebut. Sehingga tidak menimbulkan kerugian khususnya bagi masyarakat dan lingkungan/kawasan setempat.

“Perlu kajian matang. Analisis dampak, termasuk lingkungannya. Begitu juga dari sisi ketenagakerjaan dan sosialnya, harus diperhitungkan. Jangan sampai kemudian dibangun menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.

Berita Terkait:  Jelang Lebaran Topat, Masyarakat Diminta Tidak Berwisata

Penegasan yang disampaikannya bukan tidak beralasan. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa itu mengkhawatirkan oembangunan itu tidak memberikaan manfaat nyata atau menjadi penonton, khususnya bagi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat nganggur. Karena saya tidak setuju kalau itu (kereta gantung) dibangun tidak memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Lalu Budi Suryata.

Politisi asal PDI Perjuangan itu pada dasarnya menyambut baik dan menilai gagasan pemprov adalah wajar dan sah-sah saja. Asalkan selama itu dapat memberikan manfaat yang baik bagi NTB atau masyarakat khususnya.

Berita Terkait:  Dansat Brimob Polda NTB Lakukan Patroli Dilokasi Wisata

“Wajar dan sah-sah saja atas apa yang akan dilakukan itu, tetapi harus matang, rencana aksi terukur dan perlu dilakukan evaluasi,” ucapnya.

“Selama itu baik kita dukung. Matangkan dulu perencanaannya kemudian evaluasi. Kalau hanya asal-asalan saya tidak setuju. Karena saya mengkhawatirkan kerusakan lingkungan, masyarakat dan timbulnya persoalan baru. Intinya harus dikaji, jelas, terukur, matang, evaluasi dan lakukan dengan sebaik-baiknya,” tutup LBS. (red)