Beranda PARIWISATA Pembangunan Kereta Gantung Diharap Sejahterakan Masyarakat

Pembangunan Kereta Gantung Diharap Sejahterakan Masyarakat

BERBAGI
Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Rencana pembangunan kereta gantung di Lombok nampaknya terus menuai dukungan positif dari berbagai kalangan.

Setelah sebelumnya Ketua DPRD NTB, kini giliran H Mori Hanafi – Wakil Ketua DPRD setempat memberikan tanggapannya.

Ia mengapresiasi pihak pemerintah provinsi NTB dan menilai gagasan pembangunan kereta gantung yang mengambil latar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) itu sangat baik.

“Saya melihat ide pembangunan kereta gantung ini bagus. Karena tidak semua orang bisa naik rinjani, tapi perlu juga kita pikirkan nasib jasa porter, tour guide (pramuwisata),” ujarnya, Kamis (30/01/20) di Mataram.

Berita Terkait:  Ketua MUI : Halal Tourism adalah Cara Hidup dan Layanan Wisata Berstandar Hala

“Begitu juga warung – warung makan yang bergantung dari gunung itu, ketika nanti kereta gantung tersebut jadi terealisasi,” tambahnya politisi Partai Gerindra itu.

Menurut dia, pembangunan kereta gantung diharapkan memberikan kesejahteraan sebagai dampak yang nyata, khususnya bagi masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Maka dari itu pria yang kerap disapa Bang Mori ini mengingatkan Pemerintah Provinsi NTB dapat mengutamakan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari keberadaan Rinjani.

Selain terpenuhinya kesejahteraan masyarakat secara ekonomi lanjutnya pembangunan kereta gantung tersebut juga harus memperhatikan keberlangsungan ekosistem lingkungan sekitar kawasan. Begitupun kehidupan satwa liar yang ada.

Berita Terkait:  Lokasi Wisata Dijaga Ketat

“Jangan sampai pembangunan (kereta gantung) itu tidak memikirkan dampak lingkungannya,” ingat Anggota DPRD NTB dari Dapil Bima-Dompu tersebut.

Tak hanya itu, Bang Mori juga mengingatkan dapat memperhatikan faktor keselamatan masyarakat. Karena bagaimanapun sambungnya, Lombok kerap disapa oleh gempa.

Ia mencontohkan gempa 2018 lalu, dimana Lombok khususnya kawasan rinjani juga pernah menjadi salah satu lokasi terdampak parah akibat gempa lalu.

“Perlu di ingat ini, kan wacana kereta gantung ini diusahakan terealisasi pada 2021, karena ingin mengambil momen MotoGP. Padahal kalau yang kita lihat dari contoh luar negeri untuk studi kelayakan kereta gantung itu butuh waktu dua tahun,” kata Bang Mori.

Berita Terkait:  Masyarakat Disekitar Destinasi Wisata Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

“Nah, apakah ini sudah dipikirkan juga. Sehingga sebelum ini terlaksana kami mendorong perlu ada kajian dan studi kelayakan yang mendalam sebelum (kereta gantung) itu dibangun,” demikian ia menambahkan. (red)