Beranda PARIWISATA Malam Pergantian Tahun, Pelaku Usaha Kompak Taati Aturan

Malam Pergantian Tahun, Pelaku Usaha Kompak Taati Aturan

BERBAGI

LOMBOK BARAT — Perayaan malam Tahun Baru 2021 di kawasan wisata Senggigi Kabupaten Lombok Barat tampak berbeda. Senggigi menjelma menjadi tempat sepi. Tak ada kemeriahan konser musik, pesta kembang api, dan hiruk pikuk suara trompet yang saling bersahutan merayakat pergantian tahun.

Sesuai dengan Maklumat Kapolri, surat edaran Gubernur NTB, dan surat edaran Bupati Lombok Barat, seluruh pelaku usaha diimbau tidak menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerumunan masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19 selama libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021.

Pintu masuk menuju Senggigi dan di beberapa titik dijaga ketat oleh pihak Kepolisian Resort Lombok Barat bersama TNI, SatPolPP, dan Dinas Perhubungan Lombok Barat. Pemantauan di lokasi seperti hotel, restoran, tempat hiburan, dan lainnya juga dilakukan kepolisian dan jajaran Dinas Pariwisata Lombok Barat.

“Kebijakan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi terkait pencegahan penyebaran Covid-19 apalagi posisi kita saat ini sangat waspada dengan the second wave dan ada yang varian baru, tentu ini menjadi warning bagi semua pihak termasuk diantaranya para pelaku usaha. Kalau kita di Dinas Pariwisata kita kemudian melakukan pemantauan di kawasan Senggigi dan di beberapa kawasan lainnya supaya mereka ini sesuai dengan arahan maklumat Kapolri, surat edaran Bupati, surat edaran Gubernur untuk tidak memberikan aktivitas khusus di perayaan tahun baru ini. Dan Alhamdulillah ini ditaati oleh banyak pihak pelaku wisata,” terang Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saepul Akhkam saat melakukan pemantauan di Senggigi, Kamis (31/12) malam.

Berita Terkait:  Lobar Bakal Bentuk Badan Pengelola Pariwisata

Akhkam mengatakan situasi kawasan wisata Senggigi pada malam Tahun Baru 2021 aman dan terkendali. Hampir seluruh tempat hiburan yang ada di sepanjang jalan raya Senggigi tampak tutup. Tempat hiburan yang bukapun dapat dihitung jari. Jam operasionalnya juga hingga pukul 21.00 Wita saja.

Beberapa hotel besar hanya menggelar kegiatan sebatas gala dinner khusus bagi tamu yang menginap. Itupun dibatasi sampai pukul 21.00 Wita saja. Seluruh pengelola hotel, restoran, dan tempat hiburan di kawasan Senggigi terlihat sangat patuh kepada aturan pemerintah. Walaupun dirasakan berbeda, malam pergantian tahun baru dijalani dengan tertib protokol kesehatan dan tanpa menggelar kemeriahan kembang api, petasan, dan sebagainya.

“Kita malam ini (kemarin) mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak merayakan pergantian tahun. Jadi kebetulan ini adalah tamu-tamu hotel yang menginap dan kita mengadakan acara makan malam. Acara ini juga kita akan ikuti arahan dimana musik pengiring ini akan berhenti pada pukul 9 dan nanti makan malamnya saja akan berlanjut sampai jam 10 saja,” terang Cherry Abdul Hakim, GM The Jayakarta Lombok Beach Resort and Spa.

Berita Terkait:  Dansat Brimob Polda NTB Lakukan Patroli Dilokasi Wisata

Cherry menekankan, pihaknya tidak melayani tamu dari luar, melainkan khusus tamu hotel yang menginap saja. Kapasitas yang disediakan hanya untuk 100 orang saja. Dari 171 kamar yang dimiliki, tidak semuanya dioperasikan. Langkah itu untuk membatasi jumlah hunian agar tidak terjadi keramaian.

Penerapan protokol kesehatan dikatakannya sudah diterapkan dengan sangat ketat. Dimulai pada saat tamu hingga menikmati hidangan. “Dari tamu mulai masuk kita sudah siapkan handsanitaizer dan mereka harus menjaga jarak serta memakai masker. Kemudian di dalam area pada saat mengambil makanan mereka kita haruskan memakai sarung tangan plastik yang kita siapkan, jadi peralatan makan itu tidak terkontaminasi dengan tangan tamu-tamu yang lain. Yang terpenting disini karena memang ini bukan perayaan tahun baru jadi tidak ada acara-acara kembang api, trompet dan topi-topi pesta tidak ada. Jadi kami mencoba untuk memenuhi anjuran dari pemerintah,” jelasnya.

Sama seperti The Jayakarta Lombok, Hotel Sheraton Senggigi Beach Resort, Aruna Senggigi Resort, Puri Saron, dan beberapa hotel lainnya juga menerapkan hal yang sama. Pihak hotel menggelar gala dinner yang hanya dikhususkan bagi tamu yang menginap. Segala hal sudah disiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Berita Terkait:  Dispar Lobar Mulai Tata Senggigi

Tizar Mirza GM Sheraton Senggigi Beach Resort mengatakan, pihaknya mengadakan dinner di dua restoran yang berakhir pada jam 10 malam. Sebelumnya ia juga sudah menyampaikan kepada para tamu secara tertulis di setiap kamar untuk tidak melakukan selebrasi pergantian tahun baru. Untuk malam tahun baru ini, jumlah okupansi di Sheraton mencapai 80%.

Di Aruna Senggigi, kegiatan makan malam bertema “maskerid” digelar hingga pukul 10 malam. Dari 100 persen okupansi di malam tahun baru, Aruna membatasi tamu yang dapat mengikuti gala dinner hanya untuk 100 pack saja. Dari 100 pack itu terbagi menjadi dua tempat dengan setup di table maksimal untuk lima orang saja.

“Mengangkat tema dengan maskerid karena memang dengan kondisi seperti sekarang kita semua wajib menggunakan masker. Harapannya kedepan pariwisata di Lombok Barat semakin maju dan semakin meningkat dan tetap disiplin dengan protokol kesehatan,” harap Weny Kristanti, GM Aruna Senggigi. (red)