Beranda PARIWISATA Gili Rakit Bakal Dikembangkan Dukung Wisata Teluk Saleh

Gili Rakit Bakal Dikembangkan Dukung Wisata Teluk Saleh

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Objek wisata teluk saleh yang dikenal sebagai aquarium dunia sudah terkenal hingga mancanegara. Selain memiliki kekayaan alam bawah lautnya, juga ditambah dengan keberadaan hiu paus.

Camat Tarano : M Tahkiq

Guna mendukung potensi itu, Kecamatan Tarano pun melakukan sejumlah langkah-langkah strategis. Salah satunya dengan mengembangkan pulau kecil yang berada di wilayah teluk saleh yaitu “Gili Rakit”.

“Gili rakit itu akan kita kembangkan. Inilah yang menjadi potensi daerah wisata ditempat kita. Labuhan Jambu dan Labuhan Aji khusus pariwisata akan kita kembangkan,” ujar Camat Tarano M Tahkiq.

Berita Terkait:  Pemda Terus Berikhtiar Bangkitkan Pariwisata KLU

Diterangkannya, pengembangan gili rakit yang memiliki luas sekitar 3000 hektar akan memaksimalkannya sebagai LAR ternak. Gili rakit sebagai LAR ternak sendiri sudah dimanfaatkan sejak dulu oleh masyarakat di dua kecamatan yaitu Kecamatan empang dan Kecamatan Tarano.

“Kedepannya kita akan membentuk kelompok ternak. Selain itu, kita juga akan membentuk asosiasi kelompok ternak yang ada di Kecamatan Empang dan Tarano. Asosiasi ini yang nanti akan mengembangkan gili rakit, apakah dijadikan lokasi wisata, kaitan dengan itu terumbu karang yang ada disekitar gili rakit itu juga akan kita kembangkan,” jelasnya.

Berita Terkait:  Bersinergi Membangun Pulau Moyo

Selain itu, pihaknya juga berencana akan membangun menara di gili rakit. Tujuannya untuk pengawasan hiu paus, pengeboman.

“Dalam hal ini kita akan berkerjasama dengan Dinas Peternakan dan Dinas Kelautan,” tambahnya.

Diungkapkannya, saat ini kendala yang dihadapi yaitu adanya masyarakat yang melakukan peladangan liar di gili rakit. Atas persoalan ini pihaknya sudah memanggil masyarakat yang bersangkutan untuk membuat surat pernyataan agar tidak meneruskan peladangan di tahun depan.

“Karena kita sudah tegaskan, itu masuk hutan produksi. Yang sudah dijadikan lokasi peladangan sekitar 80 hektar. aktifitas ini sduah lama, ada yang baru juga. Setelah dibabat, lalu ditanami jagung. Saya katakan ke mereka, kalau itu terus dilakukan maka akan merusak biota laut yang ada disekitar gili. Itu mengancam ekosistem yang ada disekitar laut. Setelah buat pernyataan, tahun ini bisa digarap. Tapi tahun depan sudah tidak bisa lagi. Itu salah satu isi pernyataan. Tetap kita hargai dia menanam jagung. Tapi tahun depan tidak lagi digarap,” pungkasnya. (red) 

Berita Terkait:  MotoGP Mandalika Akan Dipromosikan di Paris