Beranda PARIWISATA 86 Peserta Sail Dipastikan Singgah di Sumbawa

86 Peserta Sail Dipastikan Singgah di Sumbawa

BERBAGI

Tertarik Paket Destinasi Pokdarwis

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sebanyak 86 peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 dipastikan akan singgah di Kabupaten Sumbawa. Menyusul adanya perpanjangan visa serta pengecekan paspor di Imigrasi setempat.

“Sampai hari ini kita telah memproses perpanjangan paspor  di Imigrasi itu sebanyak 43 kapal dengan jumlah paspor 86. Jadi dipastikan 86 orang itu akan singgah di Sumbawa. Mereka harus mengambil paspornya di Labuhan Jambu, Tarano,” ungkap Kepala Dispopar Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Iskandar D, M.Ec., Dev di Ruang Kerjanya, Selasa (10/9).

Berdasarkan list yang diterima, jelasnya, terdapat 66 kapal layar dengan total penumpang hampir 100 orang. Sehingga ada kemungkinan sisa peserta akan menyusul 86 tamu yang sudah dipastikan berkunjung tersebut. “Dan besar kemungkinan ini akan menyusul, karena sekarang mereka masih berlayar menuju Labuhan Bajo,” tambahnya.

Berita Terkait:  Titipan Sebagian Bongkahan Syurga di Alam NTB

Diterangkannya, puluhan peserta sail ini juga tertarik dengan paket destinasi yang ditawarkan para kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada. Diantaranya mereka berminat menyaksikan wisata hiu paus di wilayah perairan teluk saleh, pasar potengan di Desa Pernek dan Festival Tua Kawa di Desa Batu Dulang yang merupakan bagian dari Festival Pesona Moyo (FPM).

“Berdasarkan informasi melalui WA group kepada yang mengorganize ini, jumlah tamu yang tertarik dengan tour paket wisata Hiu Paus 52 orang. Sudah daftar dari peserta ini. Termasuk juga mengikuti dan menyaksikan pasar potengan di Pernek, mereka ingin ikut bersama-sama di festival tua kawa Batu Dulang. Mereka juga ingin melihat orang memetik kopi, kemudian menyiangi sampai menghancurkan kopi sampai bikin kopi dan meminum kopinya dan mereka bayar untuk itu,” paparnya.

Berita Terkait:  Genjot Desa Wisata, Dispopar Fokus Berdayakan SDM

Kehadiran peserta sail yang dapat dimanfaatkan oleh sejumlah Pokdarwis ini sangat diapresiasi. Karena tujuan utama dari FPM dalam meningkatkan perekonomian masyarakat mulai terwujud.

“Mudahan event Festival Moyo kali ini menjadi langkah pertama untuk teman-teman melek memandang bahwa pariwisata ini adalah sebuah industri yang bisa menghasilkan bagi mereka. Jadi kita bukan hanya menghabiskan sumber daya keuangan waktu tenaga hanya untuk melayani tamu  yang datang, tetapi masyarakat kita tidak dapat apa-apa. Kita berharap sekarang mulai berfikir memikirkan tariff yang wajar kalau kemahalan barangkali sedikit peminat. Kalau terlalu murah banyak peminat tetapi rugi. Cobalah diperhitungkan, teman pokdarwis di lapangan lebih tahu tentang ukuran biayanya yang kemungkinan akan keluarkan,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Kemendes PDTT Dukung Pengembangan 99 Desa Wisata di NTB

“Kita berharap kesiapan dari setiap spot destinasi yang evennya dikunjungi untuk bisa menciptakan suasana yang menyenangkan. Sehingga mereka bisa bercerita ke mana-mana bahwa ini menarik. Nantinya kita juga harus menambah kesiapan untuk menyiapkan sarana angkutan untuk melayani mereka,” tambahnya.

Sesuai jadwal, para peserta sail nantinya berada di Sumbawa selama lima hari, mulai 14 hingga 18 September. Mereka akan dimanjakan dengan berbagai destinasi yang ada, seperti wisata hiu paus  di wilayah perairan Teluk  Saleh dan rangkaian Festival pesona Moyo (FPM) 2019. (NM3) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here