Beranda NASIONAL Lomba Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional Sukses

Lomba Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional Sukses

BERBAGI

MAKSIMALKAN PENGUNAAN PLATFORM DIGITAL

JAKARTA — Lomba bahasa Jerman tahunan terbesar di Indonesia, yaitu Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional, sukses diselenggarakan secara virtual untuk pertama kali pada tahun
ini di tengah pandemi yang masih berlangsung. Dengan memanfaatkan berbagai platform daring, 665 pelajar bahasa Jerman dari 345 SMA, SMK, dan MA di 28 Provinsi dapat saling berkompetisi dalam Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2021 yang telah berlangsung pada bulan Januari.

Setiap tahun sejak 2010, Goethe-Institut Indonesien menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional dalam kerja sama dengan Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI) dan dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia. Kompetisi ini diadakan setiap tahun untuk mempromosikan bahasa Jerman di Indonesia serta mendorong siswa/i SMA/SMK/MA untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Jerman.

“Olimpiade Bahasa Jerman biasanya menjadi kesempatan yang baik untuk bertemu langsung, berkenalan, dan tentu saja saling berbicara dalam bahasa Jerman. Tetapi pada tahun ini semuanya berubah akibat pandemi global. Kita harus menjaga jarak. Sempat timbul pertanyaan apakah Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional sebaiknya dibatalkan saja. Namun setelah berdiskusi panjang lebar dengan para guru, siswa, dan wakil otoritas pendidikan, semua pihak sependapat. Kita tetap akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya,” kata Dr Stefan Dreyer-Direktur Goethe-Institut Indonesien, dalam sambutannya pada upacara penyerahan hadiah secara virtual pada Sabtu, 30 Januari 2021.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Raih Penghargaan dari Perpustakaan Nasional

Tahun ini, 665 siswa berusia antara 15 dan 17 tahun mengawali perjalanan mereka dengan berlomba dalam babak penyisihan pada tanggal 7 Januari. Dengan menggunakan platform digital Zoom dan Moodle, para siswa diuji dalam hal keterampilan menulis, mendengarkan, dan membaca pada tingkat kemahiran bahasa A2 (tingkat pemula lanjutan). Para peserta selanjutnya disaring menjadi 70 finalis, yang kemudian berlomba dalam babak final pada 28 Januari.

Selama putaran final, ke-70 finalis harus mengerjakan soal-soal kemahiran
mendengarkan, menulis, dan berbicara lewat aplikasi Actionbound pada ponsel pintar. Untuk tes bicara, para finalis diberi waktu 20 menit untuk mempersiapkan dan merekam pidato berdurasi 90 detik mengenai topik yang diberikan, dan kemudian mengunggahnya ke aplikasi. Para pemenang lomba tahun ini diumumkan dalam upacara penyerahan hadiah secara virtual, yang ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Goethe-Institut Indonesien pada 30 Januari.

Berita Terkait:  Giliran Polres Lotim Didatangi Tim Puslitbang Mabes Polri

Adapun para pemenangnya. Mereka adalah : Frederick Owen Tesalonika (SMA Kristen 1 Penabur Jakarta) sebagai juara satu, Delon Arjuna (SMA Negeri 4 Medan) sebagai juara kedua, Nathanael Farrel Monika (SMA Kristen 1 Penabur Jakarta) di tempat ketiga, dan Nicholas Ciputra (SMA Ignatius Global School Palembang) di tempat keempat. Setiap
pemenang memperoleh beasiswa untuk kursus bahasa Jerman dari Goethe-Institut bernilai sekitar Rp 17 rupiah.

Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional edisi digital ini mengalami beberapa rintangan saat penyelenggaraannya. Dalam babak penyisihan, pemadaman listrik dan
masalah teknis terjadi di sejumlah lokasi peserta. Ketua IGBJI-Ekadewi Indrawidjaja, menyampaikan bahwa Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional pada tahun ini berlangsung dengan tidak mudah.

“Karena semuanya harus berlangsung secara digital. Namun, para guru dan siswa tidak mau dikalahkan oleh masalah tersebut. Semua sudah berhasil mempersiapkan dan mengikuti kegiatan dengan baik,” kata Dr Matthias Müller selaku Kepala Bagian Kebudayaan dan Informasi pada Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini.

Berita Terkait:  Peran Guru Tak Tergantikan oleh Teknologi

Dia menambahkan, Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional memang sebuah lomba, tetapi bukanlah pertandingan serba ketat untuk saling mengalahkan, sebab semuanya mempunyai tujuan yang sama. Yaitu, kata dia, belajar sebuah bahasa asing. “Dengan belajar bahasa asing, kita ingin mencapai pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai budaya, negara, masyarakat. Memanfaatkan
kesempatan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade tahun ini merupakan langkah
penting ke arah itu,” demikian ia menambahkan.

Untuk diketahui, Goethe-Institut
Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang aktif di seluruh dunia. Mereka mempromosikan pengajaran bahasa Jerman di luar negeri dan mendorong pertukaran budaya antarbangsa. Mereka juga menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai Jerman melalui informasi tentang kehidupan politik, sosial dan budaya di Jerman. Beragam program budaya dan pendidikan kami menyokong dialog antar budaya dan memfasilitasi partisipasi kultural. Berbagai program tersebut memperkukuh struktur-struktur masyarakat madani dan mendukung mobilitas global. (red)