Beranda KESEHATAN Waspada Rabies, Tim P2R Sisir Seluruh Desa di Wilayah Tarano

Waspada Rabies, Tim P2R Sisir Seluruh Desa di Wilayah Tarano

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Sejak Selasa (12/2), Tim Penanggulangan Penyebaran Rabies (Disingkat T2R) telah melakukan penyisiran ke semua desa yang ada di Kecamatan Tarano.

Tim yang beranggotakan dari Dinas tekhnis dibantu Anggota Danramil dan Polsek Empang serta masyarakat ini, melakukan pembasmian terhadap hewan penular rabies (HPR).

Kepada media ini, Rabu (13/2) Danramil 1607-02 Empang, Kapten Inf Triono BW yang dikonfirmasi menyatakan telah menurunkan anggotanya yang ada di setiap desa.

Hal itu dilakukan untuk membantu pemerintah daerah melakukan penagganan terhadap minimalisir penyebaran virus rabies khususnya di wilayah Kecamatan Tarano dan Empang yang merupakan perbatasan antara Sumbawa-Dompu.

Berita Terkait:  Khawatir, Dikes Panggil Kontraktor Puskesmas Ropang

Menurutnya, adapun upaya lainnya yakni melakukan upaya minimalisir dengan menyisir desa  perkampungan penduduk serta mengumpulkan informasi warga terkait lokasi keberadaan hewan penyebab HPR seperti anjing dan lainnya.

“ Kami dari Koramil 1607-02 Empang dalam hal ini siap membantu pemerintah dan masyarakat terkait  penaggulangan penyebaran penyakit rabies ini, seperti yang kita lakukan bersama dengan tim dalam melakukan pemusnahan hewan yang dianggap penyebab penularan penyakit tersebut.” Tuturnya.

Demikian juga kepada masyarakat, ia menghimbau sekaligus berharap kepada masyarakat apabila mendapatkan informasi terkait  adanya warga yang tergigit HPR agar segera melapor ke pemerintah setempat serta secepatnya dilarikan ke petugas kesehatan terdekat untuk segera ditanggani.

Berita Terkait:  PDHI Diminta Bantu Pemerintah Atasi Kasus Rabies Di Pulau Sumbawa

Ini dinilainya penting sebagai antisipasi dini sebelum adanya penularan dan korban. “Diwilayah Dompu sudah tersebar virus Rabies melalui anjing liar. Sedangkan diwilayah Kecamatan Tarano anjing liar sangat banyak sekali, dan kegiatan pemusnahan anjing liar ini sudah dilaksanakan di beberapa desa, seperti desa  mata dan tolo’oi,” ungkap Kapten Tri.

“Untuk itu, kami harap masyarakat tetap waspada terhadap anjing liar karna tidak tertutup kemungkinan hewan tersebut rawan terjangkit virus rabies, dan kami selaku aparat akan siap membatu pemerintah dan masyarakat dalam penaggulangan penyebaran tersebut,” demikian ia menambahkan. (NM2)

Berita Terkait:  Kasus Gigitan HPR di Sumbawa Masih Terjadi