Beranda KESEHATAN Tanggapi Permintaan Presiden, Gubernur NTB : Insya Allah, Saya Siap!

Tanggapi Permintaan Presiden, Gubernur NTB : Insya Allah, Saya Siap!

BERBAGI
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah. (Foto/Ist)

MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah menyatakan kesiapan untuk disuntik Vaksin Corona Virus Disease 2019 atau kerap disebut COVID19.

Penegasan dari orang nomor satu di NTB itu menanggapi adanya harapan sekaligus permintaan dari Presiden RI, Ir H Joko Widodo agar Gubernur se-Indonesia mau disuntik vaksin corona.

“Insya Allah, saya siap,” kata Gubernur NTB singkat dan tegas saat dihubungi NUSRAMEDIA melalui telepon seluler pada Rabu malam tanggal 6 Januari 2021 tadi di Mataram.

Pernyataan atau kesiapan dari Gubernur NTB ini juga sekaligus sebagai jawaban atas pertanyaan masyarakat maupun warga net diberbagai sosial media dalam menyikapi tibanya vaksin COVID19 di NTB beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Presiden RI meminta seluruh Gubernur di Indonesia sebagai orang pertama yang akan divaksin Covid-19. Hal itu ditegaskan presiden untuk memberi contoh yang baik bagi seluruh masyarakat.

Sehingga, kesadaran akan pentingnya vaksin dapat diterima oleh masyarakat tanpa ada kekhawatiran yang berlarut-larut. “Disetiap daerah, kita harapkan bahwa orang yang pertama kali disuntik vaksin COVID19 adalah gubernur di masing-masing daerah,” pinta Jokowi pada Rapat Penanganan Pandemi COVID19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi melalui virtual di istana negara, Rabu pagi (6/1) tadi.

Berita Terkait:  NTB Dinyatakan Aman dari Virus Corona

Pada rapat tersebut, Presiden yang didampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, para menteri terkait serta seluruh gubernur se-Indonesia, menegaskan bahwa kegiatan vaksinasi akan dilakukan setelah BPOM memberikan izin penggunaan darurat diterbitkan.

Jika BPOM belum mengeluarkan izin tersebut, maka kegiatan vaksinasi belum bisa dilaksanakan. “Kita berharap semoga semuanya bisa cepat. Kalau semua memenuhi syarat, Insya Allah vaksinasi akan dimulai pekan depan. Sebab perkiraan penyelesaian vaksinasi akan memakan waktu selama 15 bulan,” kata Presiden.

Menurut Jokowi, kegiatan vaksinasi adalah kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia. Karena menyangkut kekebalan seluruh bangsa. Meski statusnya kewajiban tapi tidak terkesan memaksa, akan tetapi lebih kepada upaya menyadarkan masyarakat bahwa kesehatan merupakan faktor penting.

“Jika pun masih ada yang tidak mau divaksinasi COVID19, maka otomatis kesehatan orang lain juga terancam,” tegas Presiden.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, yang mengikuti kegiatan rapat virtual tersebut membenarkan hal tersebut. Dimana kata dia, memang Presiden telah meminta agar para gubernur disetiap daerah menjadi orang pertama yang akan divaksin COVID19, kemudian dilanjutkan dengan tenaga kesehatan.

“Vaksinasi COVID19 diperkirakan membutuhkan waktu selama 1 tahun lebih atau selama 15 bulan proses vaksinasi. Namun Presiden meminta proses vaksinasinya dipercepat bahkan lebih cepat dari perkiraan,” ungkap Wagub NTB usai mengikuti rapat secara virtual.

Berita Terkait:  Hasil Rapid Test 18 Klaster Magetan di Sumbawa Reaktif

VAKSINASI DIMULAI 14 JANUARI 2021

Sekedar informasi, direncanakan vaksinasi COVID19 tahap satu akan dimulai minggu depan, yaitu lebih tepatnya pada tanggal 14 Januari 2021. Dimana saat ini vaksin telah di distribusikan disetiap daerah.

Adapun jumlah vaksin yang telah dipesan sebanyak 329.500.000 vaksin dan target yang didistribusikan pada Januari ini sebanyak 5.800.000 vaksin. Pengaturannya sendiri akan diatur oleh Menteri Kesehatan.

VAKSIN COVID19 TIBA DI NTB

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (5/1) kemarin vaksin sinovac untuk Corona Virus Disease 2019 atau kerap disebut (COVID-19) kini telah tiba di NTB. Vaksin tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi didampingi Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi di Kantor Dikes setempat.

Kadikes menerangkan bahwa ada sebanyak 28.760 dosis vaksin sinovac yang tiba di NTB pada hari itu. Untuk tahap pertama, lanjutnya, akan di vaksin 14 ribu Tenaga Kesehatan se-NTB. Jumlah nakes yang di vaksin pada tahap pertama ini setengah dari total Nakes di NTB yang mencapai 30 ribu lebih.

Berita Terkait:  Fasilitas Baru RSJ Mutiara Sukma Segera Dilaunching

Jadwal vaksinasi sendiri, kata Eka kerap ia disapa, kemungkinan pada tanggal 22 Januari meski demikian jadwal tersebut belum bisa di pastikan. “Untuk tahap pertama kemungkinan pada tanggal 22 Januari, nanti apakah ada perubahan kita lihat saja, pada tahap pertama ini yang di vaksin dulu adalah tenaga kesehatan,” kata Kadikes NTB kemarin.

Dijelaskannya, vaksinasi tahap pertama di mulai pada bulan Januari hingga Maret. Sementara untuk tahap kedua, akan dilakukan setelah vaksin tahap pertama rampung. Pada tahap kedua, lebih lanjut disampaikannya, juga menyasar tenaga kesehatan dan petugas peyalanan publik.

Sementara untuk masyarakat umum akan di vaksin usai tenaga kesehatan dan pelayanan publik rampung di vaksin. “Untuk masyarakat umum belum. Kita tuntaskan dulu vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik,” demikian Kadikes NTB.

Kemudian, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah berharap dengan adanya vaksin ini menjadi upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di NTB dan dapat mengakhiri pandemi.

“Alhamdulillah Vaksin Covid-19 sudah tiba di NTB. Insya Allah, mulai dilakukan vaksinasi tanggal 14 Januari ini. Mudah-mudahan pandemi ini segera berlalu,” ucap Gubernur sembari mengamini. (red)