Beranda KESEHATAN Sumbawa Ditetapkan KLB Rabies

Sumbawa Ditetapkan KLB Rabies

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kabupaten Sumbawa resmi menetapkan kasus rabies yang terjadi selama ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies. Penetapan tersebut ada sejak tanggal 8 Februari 2019 lalu.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, H. Rasyidi kepada wartawan, usai memimpin Rapat Koordinasi Tim Gerak Cepat Penanggulangan KLB (Kejadian Luar Biasa) Rabies, di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa. Senin (18/2).

“Dengan Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 389 tahun 2019 tanggal 8 februari menetapkan Kabupaten Sumbawa sebagai Daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies,” ujar Sekda.

Berita Terkait:  Menuju Tipe B, RSMA Terus Berbenah

Diterangkannya, dasar penetapan ini karena melihat kasus rabies yang muncul di Sembilan Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Tarano, Empang, Plampang, Labangka, Sumbawa, Labuhan Badas, Lenangguar, Rhee dan Utan. Dimana sejauh ini sudah ada 21 gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) dan 4 diantaranya dinyatakan positif rabies.

“Konsentrasi kita di Sembilan kecamatan ini, sambil juga kita pantau di 24 kecamatan. Sembilan kecamatan itu artinya yang sudah ada kasus gigitan HPR. Tapi dalam Rakor seluruh Kecamatan kita undang, untuk mengantisipasi atau menghambat penyebarannya ke Kecamatan lain,” terangnya.

Berita Terkait:  Wagub NTB Sampaikan Sejumlah Penekanan Program Unggulan

Selain itu, penetapan KLB juga dikarenakan Provinsi NTB khsususnya Kabupaten Sumbawa sejak dulu belum pernaha ada kasus rabies dan kini baru terjadi.

“Kemudian kita sudah membentuk tim reaksi cepat untuk penanggulan KLB Rabies ini. Hari ini kita gelar pertemuan, sehingga nanti kecamatan juga membentuk tim untuk melakukan sosialisasi ke masyaarakat sampai ke desa untuk memberitahukan kepada masyarakat. Tentu bersama-sama dengan kepemilikan yang punya anjing bisa mengurus peliharaan mereka. Sehingga tidak menggigit atau menularkan rabies kepada warga,” jelasnya.

Berita Terkait:  GEN 2025 Integrasikan Program Unggulan

Tim reaksi cepat yang telah dibentuk tersebut nantinya juga akan bekerjasama dengan petugas untuk melakukan eliminasi hewan yang tidak jelas kepemilikannya atau hewan liar. Sejauh ini sudah ada 297 hewan liar yang sudah dieliminasi.

Kemudian melalui Disnakeswan, telah disiapkan vaksin khusus untuk hewan peliharaan sekitar tiga ribu vaksin. Sementara melalui Dinas Kesehatan, telah siap sekitar 200 vaksin untuk warga jika tergigit HPR.

“Kita juga sedang menggodok anggaran untuk menyediakan lebih banyak vaksin-vaksin ini,” pungkasnya. (NM3)