Beranda KESEHATAN Sebanyak 56 Kasus Gigitan HPR Terjadi di Sumbawa 

Sebanyak 56 Kasus Gigitan HPR Terjadi di Sumbawa 

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) masih terjadi di Kabupaten Sumbawa. Tercatat, sebanyak 56 kasus terjadi di awal tahun ini.

“Kasus gigitan HPR tahun ini saja sudah 56 dari Januari sampai Februari. Kasus ini tersebar di 15 kecamatan,” ungkap Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Agung Riyadi, Selasa (25/2) kepada wartawan.

Dari 15 kecamatan itu, jelas Agung, kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Plampang dan Kecamatan Labangka. Untuk ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) hingga kini masih mencukupi.

Berita Terkait:  Hari Ini, Total 126 Warga NTB Sembuh dari Corona

“Sementara ini Vaksin Anti Rabies (VAR) kami masih aman. Cuma Serum Anti Rabies (SAR) saja yang kurang. Memang kondisi stok se NTB untuk SAR kurang. Tetapi mudah-mudahan tidak ada yang tergigit di bagian leher dan kepala,” terangnya.

Terhadap para korban, lanjut Agung, sudah tertangani oleh tenaga kesehatan. Meskipun demikian, belum ada dari korban yang dinyatakan positif rabies.

“Kondisi korban sudah ditangani. Artinya tidak ada yang berat-berat. Paling digigit begitu saja. Belum ada hasilnya untuk yang positif. Mudah-mudahan tidak ada yang positif,” pungkasnya seraya menambahkan untuk kasus gigitan yang terjadi selama tahun 2019 lalu sekitar 200 lebih kasus. (red) 

Berita Terkait:  Penanganan Sampah di Sumbawa 17,35% Pertahun