Beranda KESEHATAN Sarpras Terbatas, Pengelolaan Solusi Masalah Sampah

Sarpras Terbatas, Pengelolaan Solusi Masalah Sampah

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemkab Sumbawa masih memiliki salah satu PR terkait persoalan sampah hingga saat ini.

Keterbatasan sarana prasarana (Sarpras) menjadi suatu kendala dalam penanganan sampah.

Penambahan sarpras, baik armada angkut maupun TPA pun dinilai tidak akan menyelesaikan masalah sampah.

Karena selain menggunakan anggaran yang cukup besar, juga dengan keberadaan dan hanya menggantungan pada TPA nantinya akan menimbulkan masalah baru.

Sebab dalam beberapa tahun, juga akan penuh.

“Untuk memenuhi sarana prasarana yang memadai tentu memerlukan anggaran yang cukup besar. Saya beberapa kali sudah mencoba dan mengumpulkan beberapa camat saya diskusi. Tadi dengan Kepala LH kita bicara, dan ternyata tidak hanya sarana prasarana  yang tersedia, ini yang masih kurang,” ujar Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc kepada wartawan, Senin (10/6).

Berita Terkait:  Jelang Mudik, Dikes Sumbawa Siapkan Layanan Kesehatan

Menurut Bupati, selain dengan armada angkut dan keberadaan TPA, langkah yang lebih efektif menangani sampah di Sumbawa yakni dengan bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait, seperti kelompok atau organisasi peduli sampah dalam hal pengelolaan.

“Contoh ada ibu Aisyah di Ampenan. Saya sudah ketemu, dan saya sudah informasikan kepada beberapa camat, agar forum camat itu menjadi fasilitator antara masyarakat  yang bergelut dengan sampah ini dengan organisisasi yang justru siap membantu kita. Insya Allah ibu Aisyah mudah-mudahan beliau betul-betul konsen dengan apa yang telah saya ketemu dulu. Dan beliau sudah siap. Bahkan sudah diinisiasi oleh Bu Camat Unter Iwes. Insya Allah akan berkelanjutan. Karena memang sampah kita tidak terkendali,” ungkap H. Husni.

Berita Terkait:  Juni 2019, Pembangunan RSUD Baru Dimulai

Dijelaskannya, dengan menggaet oragnasisai yang dimaksud, diharapkan agar sampah yang dihasilkan selama ini, bisa dikelolah menjadi bahan yang bermanfaat lagi bagi masyarakat. Tentunya, sampah yang menghasilkan barang jadi, barang bermanfaat, tanpa menghasilkan sampah lagi.

“Itu ada proses yang sedang kita pelajari,” Akunya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Abdul Haris S.Sos menerangkan, dengan sarana prasarana yang ada, baru sebagian dari wilayah dalam kota yang bisa terlayani.

“Dalam kota saja baru sekitar 37 persen. Tentu ini menjadi PR Besar untuk bisa mengakomodir hal itu,” Demikian kadis LH. (NM3) 

Berita Terkait:  KPU Pastikan Pasien RSUD Sumbawa Bisa Memilih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here