Beranda KESEHATAN RSUD Sumbawa Baru Mulai Dikerjakan

RSUD Sumbawa Baru Mulai Dikerjakan

BERBAGI

“Ground Breaking oleh Ditjen Yankes Kemenkes”

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa baru yang berlokasi di Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes mulai dikerjakan, Senin (24/6) Pagi.  Pembangunan salah satu mega proyek yang berada di Sumbawa ini diawali dengan penekanan tombol sirine dan peletakan batu pertama “Ground Breaking” oleh  Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa.

Dalam laporan yang disampaikan Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri menerangkan sejarah singkat mengenai usia bangunan RSUD Sumbawa lama yang berdiri sejak tahun 1950 dengan luas lahan 8.120 meter persegi dan luas bangunan 6.876 meter persegi. Kemudian jumlah SDM sebanyak 551 orang, terdiri dari PNS sebanyak 286 orang dan non PNS 265 orang.

Dengan ketersediaan dokter spesialis sebanyak 22 orang, terdiri dari spesialis dasar sebanyak 8 dokter, yaitu spesialis penyakit dalam 2 orang, spesialis anak 2 orang, spesialis bedah 2 orang, spesialis kandungan 2 orang. Untuk spesialis penunjang sebanyak 14 dokter, yaitu spesialis patologi klinik 1 orang, spesialis radiologi 1 orang, spesialis anestesi I orang, spesialis kesehatan jiwa 1 orang, spesialis mata 1 orang, spesialis jantung dan pembunuh darah 1 orang, spesialis syaraf 1 orang, spesialis orthopedi 1 orang, spesialis kesehatan gigi anak 1 orang, spesialis konservasi gigi 1 orang, dan spesialis protodonsia 1 orang.

Dede-akrabnya disapa menjelaskan, berbagai upaya peningkatan kinerja pelayanan telah dilakukan RSUD Sumbawa dalam kurun waktu 1 tahun. Dimana telah dikembangkan inovasi-inovasi baru, seperti pembukaan pelayanan baru poli VVIP, poli geniatry, dan poli medical (pelayanan CTKI-menggunakan sistem kompuetrisasi tenaga kerja luar negeri-SISKOTKLN dan pelayanan vaksinasi minginitis influenza calon jamaah umroh), perawatan jiwa dan rehabilitasi narkoba, serta menyediakan peralatan medis sesuai tuntutan perkembangan teknologi yang secara langsung mempengaruhi peningkatan kinerja pelayanan, antara lain jumlah pasien rawat jalan rata-rata per hari sebanyak 150 sampai 200 pasien, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya, pasien rawat inap rata-rata per hari sebanyak 100 sampai 150 pasien, jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 135 unit, dengan BOR sebesar 102,94 persen. Dengan indeks kepuasan masyarakat meningkat 15 persen, dan penerimaan pendapatan RSUD Sumbawa, terdapat kenaikan sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya.

Berita Terkait:  Korem Gelar Apel Siaga dan Pembinaan Rohani

Adapun tahapan pembangunan/relokasi pada tahun 2019 adalah review Detail Engineering Design (DED), analisis dampak lalu lintas (Andalalin), IMD, lelang di ULP, dan pembangunan instalasi rawat jalan dengan anggaran melalui DAU sebesar Rp. 19.537.760.000 dan pembangunan instalasi gawat darurat melalui DAK sebesar Rp. 15.590.128.000. Sedangkan untuk tahun 2020 lanjutan pembangunan  akan diusulkan melalui DAU sebesar Rp. 100 miliar lebih dan usulan DAK sebesar Rp. 215 miliar.

“Mohon dukungan dari seluruh pihak untuk kelancaran pembangunan ini. Sehingga pembangunan tahap awal pembangunan RSUD Sumbawa tahun 2019 ini dapat terselesaikan dengan baik. Semoga dibawah kepemimpinan Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril B.Sc dan Wakil Bupat Drs. H. Mahmud Abdullah, kegiatan lanjutan pembangunan gedung RSUD Sumbawa tahun 2020 mendatang pembangunan dapat terealisasi,” ujar dr. Dede.

Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya menyampaikan proses pembangunan RSUD Sumbawa baru seluas 8 hektar sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu. Yaitu dimulai dengan penyusunan feasibility study dan master plan. Berdasarkan master plan yang ada, RSUD Sumbawa merupakan rumah sakit type C menuju type B. Penyusunan DED RSUD Sumbawa ini termasuk dokumen amdal dan pematangan lahan telah dilakukan pada tahun 2018, dan pada tahun 2019 ini dilakukan penyusunan andalalin.

Berita Terkait:  Dikes Sumbawa Gelar Rembuk Stunting

Bupati mengungkapkan, pembangunan RSUD Sumbawa tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2019 dengan luas bangunan sekitar 4.399 meter persegi, menggunakan anggaran sebesar Rp. 35 miliar lebih. Untuk pembangunan selanjutnya, diakui Bupati, Pemkab Sumbawa masih keterbatasan anggaran. Untuk itu akan diusulkan anggaran melalui DAK senilai Rp.  224.726.766.025 di tahun 2020. Sedangkan dari APBD Kabupaten Sumbawa juga akan dianggarkan sebesar Rp.100 miliar.

“Mohon doanya kepada seluruh Masyarakat Sumbawa agar pembangunan RSUD ini dapat berjalan lancar dengan anggaran 350 Miliyar Rupiah. Mimpi dan semangat saya sebagai pimpinan daerah untuk membangun Sumbawa tidak pernah bergeser demi menghadirkan Fasilitas pelayanan kesehatan yang refresentatif dan layak bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa,” imbuh Bupati.

Sementara sambutan Menteri Kesehatan RI melalui  Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditjen Yankes Kemenkes RI, dr. Ina Rosalina Padan, SP.,AK.,M.Kes.,M.H.Kes menyampaikan keberadaan RSUD Sumbawa berdasarkan master plan yang ada, merupakan rumah sakit tipe C dan harus meningkat menuju tipe B. Karena seiring peningkatan tipe RSUD, juga diikuti dengan peningkatan kualitas SDM. Misalnya dengan meningkatnya jumlah dokter spesialis, dan pasien safety yang harus dijaga, perkembangan mutu pelayanan, serta harus memiliki fungsi sosial, dengan tetap peduli kepada rakyat khususnya masyarakat miskin yang kurang mampu.

“Pengembangan suatu rumah sakit relokasi dari rumah sakit yang sebelumnya, karena di sana sudah kurang layak untuk suatu rumah sakit dan harus ada peningkatan dari rumah sakit RSUD kelas C ke kelas B, kalau di disana tidak mungkin,” ujarnya.

Ditegaskannya, Kemenkes RI akan mendukung penuh pembangunan RSUD Sumbawa baru. Untuk itu anggaran yang masih dibutuhkan dalam pembangunan tahap selanjutnya agar segera diusulkan sesuai dengan data yang ada.

Berita Terkait:  PIDI Diharapkan Berkontribusi untuk Sumbawa

“Ini dananya sudah ada sebetulnya, sudah di kasih dana awal untuk pembangunan yang di sini. Nanti kalau sudah ini pembangunannya sudah sampai mana karena sudah ada master plan tahap satu, nanti tahap selanjutnya harus diajukan lagi kebutuhannya untuk apa. Kalau sekarang untuk pembangunan IGD nya dan ruangan yang ada di Rumah Sakit. Karena nanti untuk kelanjutannya tentu harus ada anggarannya tidak bisa kita kasih dulu terus tidak sesuai. Kalau rumah sakit itu bertahap jadi sesuai permintaan awal Pak Bupati permintaan awal dari Sumbawa mintanya segini misalnya, dari kementerian kesehatan di bagi untuk pembangunan rumah sakit disini, dengan dana yang ada yang di kasih itu di buat untuk apa dulu yang mayoritasnya dan sangat prioritas setelah itu baru di beri,” jelasnya.

Proses ini, tambahnya, tidak hanya pada usulan dana saja, tapi dapat juga untuk sumber daya manusia (SDM) dan permintaan bantuan lainnya. Ia berharap agar pengerjaan RSUD Sumbawa dapat berjalan tepat waktu dan sesuai konsep yang telah direncanakan.

“Pemerintah selalu berkomitmen untuk membantu pembangunan rumah sakit dimanapun yang maju, nanti di lihat apa yang di perlukan maka kita datang lagi untuk melihat dan layak tidaknya, ada tahapannya. Kalau kongkritnya kalau bupati nya sudah berkomitmen untuk membantu maka kita juga bantu dari sisi kesehatan karena kita punya dana alokasi untuk rumah sakit tertentu sesuai kebutuhan,” tukasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditjen yankes Kemenkes RI, Bupati Sumbawa beserta Ketua TP. PKK Kab. Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Penjabat Sekda beserta Asisten Sekda, Anggota FKPD, anggota DPRD, Staf Ahli Bupati, pimpinan BUMD/BUMD, para Camat, toga, toma. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here