Beranda KESEHATAN Pengakuan Lucu Bang Zul Usai Disuntik Vaksin

Pengakuan Lucu Bang Zul Usai Disuntik Vaksin

BERBAGI
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah saat disuntik vaksin corona virus disease 2019 atau COVID19 di gedung Graha Bhakti Praja lingkup Kantor Gubernur NTB setempat pada Kamis (14/1) di Mataram.

MEREKA KOMPAK DIVAKSIN COVID19

MATARAM — Kamis (14/1), Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah menerima vaksinasi COVID19 perdana di Gedung Graha Bhakti Praja lingkup Kantor Gubernur NTB. Selain Gubernur dan Wagub, vaksinasi corona ini juga diikuti oleh mantan Gubernur NTB dua periode, TGKH M Zainul Majdi atau kerap dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB).

Adapun Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhan. Kemudian, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda Provinsi NTB. Tidak hanya dalam bekerja, mereka semua nampak kompak dalam mengikuti giat vaksinasi ini.

Tak ada ketegangan dan keraguan diwajah mereka. Semua nampak asik saat disuntik vaksin sinovac. Canda tawa lepas menjadi warna dalam pelaksanaan pemberian vaksin perdana. Secara tidak langsung mereka mengisyaratkan bahwa suntik vaksin COVID19 bukanlah hal yang harus ditakuti.

Berangkat dari itu, ada hal yang lucu diungkapkan oleh orang nomor satu di NTB. Guyonan khas Gubernur NTB sempat menuai respon canda tawa. Pasalnya, Gubernur asal Sumbawa itu membuat sebuah pengakuan yang cukup menghibur namun memotivasi semua pihak usai disuntik vaksin corona.

Berita Terkait:  Bayi Usia 3 Bulan dan Bocah 6 Tahun di NTB Positif Corona

Bang Zul kerap Gubernur disapa mengaku, bahwa ia merupakan salah satu orang yang takut dengan jarum suntik. Bahkan awalnya cukup gerogi, dan hal itu dianggapnya manusiawi.

“Saya termasuk orang yang takut jarum suntik. Tapi demi vaksin Corona, saya melawan rasa takut itu. Sedikit grogi, tentu saja. Tapi setelah itu, rasanya baik-baik saja. Bahkan, masuknya jarum suntik dengan dosis 0,5 mili itu nyaris tidak terasa,” ujarnya sembari tertawa.

“Alhamdulillah, setelah divaksin, saya bersama istri dan anak, juga dengan Bu Wagub, Pak Kapolda NTB, Pak Danrem 162/WB, Ketua DPRD NTB dan TGB dan kawan-kawan yang lain, semua berada dalam keadaan sehat. Bahkan Pak Kapolda bilang, beliau merasa seperti kembali berusia 25 tahun. Bu Wagub juga bilang tidak merasakan sakit saat divaksin,” imbuh Bang Zul dibarengi tawa bersama.

Diakui mantan Anggota DPR RI tiga periode itu, kekompakkan di NTB sangat luar biasa. Tak hanya dalam bekerja, kata dia, kekompakkan itu ditunjukkan nyata dalam menghadapi vaksinasi.

Berita Terkait:  Edukasi Masyarakat Harus dengan Cara yang Sejuk

“Alhamdulillah, kami semua ternyata tidak saja kompak dalam urusan kerja, tapi juga dalam menghadapi vaksinasi. Saya berharap semoga kita semua bisa segera mendapatkan vaksin. Dan pandemi COVID19 segera berlalu,” harap Gubernur NTB.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak takut dan khawatir terhadap keamanan dan kehalalan vaksin COVID19. Masyarakat NTB diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu negatif atau hoax tentang vaksin yang selama ini banyak beredar. “Tidak mungkin pemerintah mencelakakan masyarakatnya. Oleh karenanya, mari bersama kita tancapkan keyakinan kuat. Insya Allah, vaksin aman dan halal,” tegasnya Bang Zul.

Menurut dia, mutu dan keamanan vaksin COVID19 tidak perlu diragukan. Karena sudah melalui tahapan fase uji klinis tahap I, II, dan III. Terlebih BPOM sudah mengeluarkan ijin penggunaan darurat (emergency use authorization). Bahkan dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa Nomor : 2 /2021 tahun terkait kehalalan dari vaksin COVID19.

Vaksinasi tahap I diberikan kepada para tenaga kesehatan dan petugas yang bekerja difasilitas kesehatan. Itu dengan pertimbangan, lantaran resiko penularan corona lebih besar ke mereka.
Sedangkan untuk tahap berikutnya, diberikan kepada para petugas pelayanan publik, yaitu petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Berita Terkait:  Pemprov Diminta Serius Tangani Kesehatan

Contoh, seperti TNI/Polri, petugas bandara, pelabuhan, stasiun dan lain sebagainya. Kemudian dilanjutkan dengan kelompok resiko tinggi lainnya. Yakni merupakan kelompok usia produktif dan berkontribusi pada sektor perekonomian termasuk pendidikan.

Bang Zul menekankan, dengan vaksinasi tidak berarti protokol kesehatan diremehkan. Masyarakat diminta tetap harus melaksanakan “3M”.
Yaitu tetap pakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Bahkan khusus petugas kesehatan pun terus diingatkan, supaya tetap memperhatikan “3T”. Yaitu testing, tracing, dan treatment.

“Semoga dengan vaksinasi ini kita dapat terbebas dari COVID19 dan kita harus dukung vaksinasi ini. Ayo lindungi diri dan keluarga dari corona. Kesehatan pulih, ekonomi bangkit,” kata Bang Zul.

“Dimasa pandemi, vaksin sangat berguna untuk melindungi. Sekaligus ini merupakan ikhtiar kita untuk menciptakan kekebalan (imun) bersama. Vaksin ibarat payung yang melindungi kita dari hujan. Semakin banyak dari kita yang memakai payung, maka semakin banyaklah yang terlindungi,” tutup Gubernur NTB. (red)