Beranda KESEHATAN Penderita HIV/AIDS di NTB Mencapai 1.648 Orang

Penderita HIV/AIDS di NTB Mencapai 1.648 Orang

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, BIMA — Sekretaris KPA Provinsi NTB, Suhermanto mengatakan penyebaran kasus HIV/AIDS di NTB cukup tinggi. Demikian hal itu dikatakannya pada kegiatan pelaksanaan pembinaan, monitoring dan evaluasi kegiatan pencegahan penyakit menular khususnya HIV-AIDS yang digelar oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kota Bima, kemarin.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) NTB mencatat, secara kumulatif sejak tahun 2002 hingga Maret 2019 setidaknya jumlah penderita HIV/AIDS di NTB mencapai 1.648 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 743 orang positif mengidap virus HIV, dan 905 orang lainnya dinyatakan positif menderita AIDS, dari kategori penyebaran kasus usia yang terjangkit sudah mulai menyebar ke kalangan muda atau remaja berkisar 20-24 tahun.

Sementara dari kelompok profesi, kasus HIV/AIDS justru didominasi kaum ibu rumah tangga (IRT). “Kita terus lakukan sosialisasi agar masyarakat memeriksakan kesehatan mereka dan rutin melakukan pengecekan,” katanya.

Berita Terkait:  Pemkab Sumbawa Bina KPM Desa Untung Penanganan Stunting

Sementara itu, Perwakilan PKK NTB, Sri Murniati, menyampaikan informasi mengenai program dasa wisma yang ada  dalam program TP PKK seperti program penuh cinta kasih atau pola asuh bisa di terapkan di lingkup keluarga.

Hal ini dilakukan untuk menghindari anak-anak sejak dini dari berbagai pengaruh negatif dan pergaulan bebas.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang di sampaikan oleh Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bima selaku panitia kegiatan Drs. H A Wahid melaporkan bahwa kegiatan ini bermaksud untuk memperkuat kelembagaan penanggulangan HIV-AIDS.

Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka mensinergikan program kerja lintas sektor yang berkaitan dengan penggulangan dan pencegahan penyakit HIV-AIDS melalui peran serta masyarakat. Adapun jumlah peserta kegiatan sebanyak 50 orang.

Dikesempatan itu pula, dalam sambutan tertulis Walikota Bima yang dibacakan oleh Staf Ahli Walikota Bima mengatakan Epidemi, HIV/AIDS mengancam kesehatan dan kehidupan generasi penerus bangsa, yang secara langsung membahayakan perkembangan sosial dan ekonomi serta keamanan Negara.

Berita Terkait:  Korem Gelar Apel Siaga dan Pembinaan Rohani

Oleh karena itu, upaya pengendalian HIV/AIDS sifatnya sangat penting dan harus dilaksanakan secara terakomodir dengan melibatkan berbagai pihak.

Selama ini yang telah dilakukan oleh istansi terkait dan KPA Kota Bima antara lain memobilisasi sumber daya yang intensif dari seluruh lapisan masyarakat untuk mempercepat dan memperluas jangkauan program.

Yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada para pelajar dan kaum muda karena mereka termasuk yang paling rentan terhadap epidemi ini. Upaya pengendalian ditujukan untuk mengurangi semaksimal mungkin peningkatan kasus baru dan angka kematian.

“Saat ini salah satu langkah strategis yang di tempuh adalah dengan memperkuat komisi perlindungan AIDS dan menggandeng masyarakat umum dan LSM untuk meningkatkan perannya sebagai mitra pemerintah sampai ke tingkat kelurahan”, jelas Staf Ahli.

Program Penanggulangan HIV/AIDS Kota Bima saat ini diupayakan terintegrasi dengan program-program yang ada pada organisasi perangkat daerah seperti dinas kesehatan,BPPKB, Dikpora dan Bagian Kesra yang dikoordinir oleh KPA Kota Bima.

Berita Terkait:  Imbau Tetap Terapkan 5M, Gubernur NTB : "Disuntik Vaksin Biasa Saja"

Diakhir sambutannya Nur A Majid juga berharap pelaksanaan pembinaan dan monev semakin mempertajam pelaksanaan pencegahan penyakit menular khususnya HIV/AIDS.

Kemudian dapat memperkuat koordinasi antara seluruh instansi terkait agar bisa saling mendukung dalam pelaksanaan program kerjanya dan juga kita bisa merumuskan langkah strategis yang bisa di ambil untuk mengatasi masalah yang terjadi.

Sekedar informasi, acara ini dibuka oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Nur A Majid di Aula Pemerintah Kota Bima.

Kegiatan ini pula dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi NTB, Hj. Wilya Isnaeni, Sekertaris KPA  Provinsi NTB, Suhermanto, VCT Rumah Sakit Umum Provinsi, PKK Provinsi NTB, LSM Peduli AIDS (Yayasan Inset Indonesia) dan Ketua KPA Kota Bima. (NM7)