Beranda KESEHATAN Pemkab Sumbawa Lakukan Delapan Aksi Atasi Stunting

Pemkab Sumbawa Lakukan Delapan Aksi Atasi Stunting

BERBAGI
Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesra Setda Sumbawa, Dr. H. M. Ikhsan, M.Pd

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemkab Sumbawa berkomitmen akan mengatasi secara serius persoalan stunting. Yakni dengan melakukan delapan aksi yang melibatkan sejumlah pihak terkait lainnya.

Hal ini diungkapkan Pejabat Sekda Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan M.Pd kepada wartawan, Rabu (30/7). Dikatakan, delapan aksi tersebut diantaranya yaitu pemetaan isu lokasi. Dari awal sebanyak 10 desa kemudian 15 dan sekarang menjadi 25 desa.

“Jadi 25 desa yang fokus akan ditangani di 11 kecamatan,” ujarnya.

Aksi kedua menyusun program dengan pembagian intervensi spesifik khusus penanganan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan terhadap seribu hari pertama kehidupan. Kemudian intervensi sensitif yang melibatkan beberapa OPD terkait.

“Intervensi sensitif itu lembaga-lembaga terkait. Contoh masalah sanitasi, masalah air bersih itu ada DInas PRKP yang punya kerja, kemudian pangan harus terjamin kebutuhan pangan masyarakat itu tersedia atau tercukupi. Kemudian masalah kekeringan itu juga mempengaruhi stunting. Kalau intervensi spesifiknya itu fokus dinas kesehatan terhadap seribu hari pertama kehidupan, mulai ibu  hamil mulai 0 sejak pembuahan hingga lahir. Sembilan bulan artinya 270 hari tambah lagi umur anak 2 tahun yaitu 730 hari, jadi  seribu hari,” jelasnya.

Berita Terkait:  Angka Gizi Buruk Terus Menurun

Disebutkannya, ibu yang dalam kehamilan menjadi perhatian serius. Sebab pada saat itu dapat menjadi sumber masalah stunting.

“Mulai focus mulai dari ibu hamil, karena sumber masalahnya itu ada di ibu hamil sebetulnya yang harus diperhatikan. Baru setelah lahir anaknya ketahuan bayinya stunting atau tidak. Nah kalau sudah terlanjut lahir pendek harus diupayakan sebelum 2 tahun diberi gizi pendamping ASI. Terutama 0 sampai 6 bulan itu harus ASI  eksklusif sampai umur 2 tahun diberi ASI pendamping,” tambahnya.

Berita Terkait:  Pasien Sembuh COVID-19 Sumbawa Ungkap Hikmah Selama Isolasi

Untuk aksi ketiga, Pemkab Sumbawa menggelar rembuk stunting yang dilangsung dipimpin oleh Bupati Sumbawa. Dalam pertemuan ini sembilan kesepakatan penanganan stunting diputuskan. Kemudian untuk aksi selanjutnya, Pemkab Sumbawa berencana mengeluarkan Perbup tentang stuning pada pekan depan.

“Perbup sudah ada tinggal direview. nah setelah Perbup nanti kemudian mengevaluasi aksi 1 sampai 4 apakah sudah ada hasilnya atau belum. Karena dalam Perbup itu harus terjamin ada  Dana Desa yang dialokasikan untuk katakanlah pelayanan posyandu,” ungkapnya.

Sementara untuk aksi keenam, tujuh dan delapan bersifat monitoring dan evaluasi. Dalam menjalankan kedelapan aksi ini Pemkab Sumbawa menerima dana bantuan pusat sebesar Rp 750 juta, belum termasuk dana melalui APBD untuk penanganan di OPD terkait dimaksud.

Berita Terkait:  Tolong! Balita asal Penyaring Ini Butuh Uluran Tangan

“Kita berkomitmen, karena terus terang kita malu kalau sampai angkanya kan tertinggi di NTB di tahun 2017, 41 persen ternyata kemudian melalui pekan penimbangan 2018  turun menjadi 31 persen. Kita berharap dari aksi itu kemudian nanti di riset data kesehatan berikutnya bisa kita target dari pak Bupati paling tidak dibawah 10 persen. tapi kalau menurut angka nasional 20 persen sudah baik kategorinya. Kita menargetkan sampai akhir 2019 dibawah 20 persen, dua tahunnya berikutnya baru dibawah 10 persen,” tukasnya. (NM3)