Beranda KESEHATAN Pelayanan Operasi Mata Segera Dibuka

Pelayanan Operasi Mata Segera Dibuka

BERBAGI
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri. (Foto : Robby-NM)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Selain mengoptimalkan pelayanan, juga membenahi ruangan dan fasilitas. Termasuk di bulan April ini, rumah sakit setempat berencana melakukan pelayanan operasi mata.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri mengakui akan dilakukannya pelayanan operasi mata tersebut. Dimana pihaknya sudah menyediakan ruang operasi khusus.

“Untuk pelayanan mata targetnya bulan ini mulai dilakukan. Jadi sudah ada OK khusus untuk mata dibuat,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Dijelaskannya, selama beberapa tahun ini RSUD memiliki dokter spesialis mata. Tetapi tidak pernah melakukan operasi karena fasilitas dan peralatan pendukung belum memadai.

Berita Terkait:  Dikes Sumbawa Gelar Rembuk Stunting

Sekarang hal itu sudah disiapkan, sehingga diharapkan pelayanan operasi mata ini dapat dilakukan di RSUD.

“Pasien mata biasanya kan ke RSMA. Tapi untuk pelayanan Bansos tidak bisa diterima di RSMA. Harapannya, operasi ini bisa dilakukan di RSUD,” terangnya.

Selain operasi mata, pihaknya juga sudah mulai melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up untuk calon Pekerta Migran Indonesia (CPMI).

Pihaknya sudah memulai sejak bulan Februari lalu untuk pemberangkatan ke Hongkong, Malaysia, dan Singapura dengan aplikasi online.

“Kalau pemeriksaan kesehatan CTKI sudah berjalan lancar. Sistemnya sudah online, satu pulau Sumbawa di kita sudah berjalan, ada ruangan khusus dia untuk pelayanan CTKI. Dimulainya sejak bulan dua, yang dilayani CTKI Hongkong, Malaysia, kecuali Brunei yang belum,” tambah Dede.

Berita Terkait:  Ratusan Orang di Sumbawa Positif DBD

Dengan pelayanan kesehatan online yang diterapkan RSUD Sumbawa, hasil medical CTKI sudah langsung terbaca oleh dokter (tim medis) di negara penempatan.

Sehingga tidak ada alasan bagi negara tujuan untuk menolak CTKI dengan dalih unfit (tidak sehat).

Sebagaimana yang selama ini sering terjadi, berangkat dalam kondisi fit tiba di negara tujuan justru dinyatakan unfit sehingga CTKI itu dipulangkan ke negara tujuannya.

Ini bisa terjadi karena lamanya CTKI berada di penampungan atau juga fasilitas kesehatan yang ditunjuk dan bekerjasama dengan PJTKI tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan.

Berita Terkait:  Antisipasi Lonjakan Produksi Sampah Dibulan Puasa, Dinas LH Siap Beri Pelayanan Malam

“Paling tidak yang kami harapkan tidak perlu adanya pemeriksaan lagi di tempat tujuan. Yang kedua Balai Latihan Kerja seharusnya kerjasama dengan pihak PJTKI dan juga dengan kesehatan, disnakertrans. Sehingga tidak perlu ada balai tenaga kerja di luar Pulau Sumbawa, kalau bisa di Sumbawa harus ada. Sehingga pengiriman tenaga kerja itu langsung dari Sumbawa ke negara tujuan. Tenaga kerja yang berangkat dan pulang, dengan mudah dikontrol, baik dari sisi kesehatannya dan keberadaannya,” demikian. (NM3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here