Beranda KESEHATAN PDHI Diminta Bantu Pemerintah Atasi Kasus Rabies Di Pulau Sumbawa

PDHI Diminta Bantu Pemerintah Atasi Kasus Rabies Di Pulau Sumbawa

BERBAGI
PDHI Diminta Bantu Pemerintah Atasi Kasus Rabies Di Pulau Sumbawa

Nusramedia.com — Pengurus Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang NTB II diminta berperan aktif dalam membantu Pemkab Sumbawa mengatasi kasus rabies. Pasalnya hingga saat ini kasus rabies tersebut masih terjadi.

Hal ini disampaikan Pengurus Besar PDHI Indonesia drh. H. M. Munawaroh, MM, usai melantik Pengurus PDHI cabang NTB II periode 2019-2023, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (20/4).

H. M. Munawaroh berharap semua pengurus PDHI Sumbawa bisa berkontribusi membantu pemerintah dalam memberantas dan membebaskan penyakit penyakit zoonosis.

Berita Terkait:  NTB Dorong "Produk Moringa" Mengglobal

“Saat ini pemerintah tengah berupaya memberantas wabah rabies yang melanda sejak beberapa bulan lalu,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pengurus PDHI cabang II NTB, diminta berperan aktif dan serius membantu pemerintah hingga status KLB yang sudah ditetapkan dicabut dan dinyatakan sumbawa bebas penyakit anjing gila.

“Semua pengurus PDHI Sumbawa juga diharapkan bisa memberikan satu kontribusi kepada pemerintah dan masyarakat dalam memberikan hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PDHI juga memberikan seminar kepada semua pengurus PDHI Sumbawa, serta mahasiswa dengan tema Continuing Profesional Development “vetpreneur”.

Seminar ini dimaksudkan untuk memberi wawasan kepada dokter hewan di sumbawa mengenai bagaimana menjadi seorang interpreneur. Tujuannya agar semua dokter hewan di Indonesia khususnya di Sumbawa bisa sejahtera, dengan memiliki suatu usaha meskipun sebagai ASN.

Berita Terkait:  Ketua TP-PKK NTB bersama IPK Indonesia Bahas Soal Kesehatan Mental

“Usaha-usaha tersebut berkaitan dengan profesi dokter hewan, seperti usaha peternakan dan klinik hewan. Sehingga nanti setelah pensiun para dokter hewan ini masih memiliki pendapatan yang cukup dan sejahtera,” demikian H. M. Munawaroh. (-)