Beranda KESEHATAN Menuju Tipe B, RSMA Terus Berbenah

Menuju Tipe B, RSMA Terus Berbenah

BERBAGI
Direktur Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa, dr. Arindra Kurniawan. (Foto : Roby Teja Sumantri)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Keberadaan Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir (RSMA) dihajatkan menjadi rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa.

Berbagai peralatan canggih telah dihadirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Disamping juga mengupayakan ketersediaan SDM, terutama dokter spesialis. Semua ini akan terus dibenahi menuju Tipe B yang diharapkan pada tahun 2020 mendatang.

Direktur RSMA, dr. Arindra Kurniawan yang ditemui wartawan menyampaikan, saat ini RSMA masih berstatus tipe C.

Meski demikian, pihaknya berharap rumah sakit setempat bisa meningkat menjadi tipe B di tahun depan. Karena dari segi peralatan dan ruangan sudah mumpuni, tinggal SDM yang masih terkendala.

Berita Terkait:  IDAI Anjurkan Anak Jangan Dibawa Keluar Rumah

“Kita berharap tipe B di tahun depan dengan alat yang sedemikian rupa. Sekarang kalau peralatan sudah mumpuni untuk Tipe B. SDMnya ini yang masih terkendala,” ujarnya, Senin (15/7).

Sejauh ini, pihaknya sudah memiliki peralatan Computed Tomography Scan (CT-Scan) yang canggih.

Pelayanan sudah mulai dilakukan sejak setahun yang lalu. Kemudian keberadaan gedung hemodialisa (ruang cuci darah) yang didukung dengan peralatan.

Saat ini pihaknya masih menunggu teknisi mensetting alat supaya segera dioperasionalkan. Karena dari segi SDM sudah disiapkan.

Berita Terkait:  RSUD Baru Bakal Jadi Pusat Operasi Kesehatan

Diungkapkan, untuk tahun 2019 pihaknya juga sudah menyediakan ruangan dan peralatan Cath Lab.

Peralatan ini untuk mendiagnosa dan mendeteksi penyempitan atau sumbatan pembuluh darah jantung/coroner.

Peralatan ini juga tinggal disetting di ruangan untuk dioperasionalkan. Selanjutnya Mammografi, untuk mendeteksi kanker khusus di kelenjar payudara juga sedang proses untuk disetting.

Sedangkan yang sudah disetting dan siap digunakan  yakni C-Arm, alat radiologi yang digunakan saat proses operasi berlangsung.

Dengan menggunakan alat ini, letak benda atau obyek pemeriksaan di dalam tubuh dapat dengan mudah dideteksi dan dilihat langsung. Yang paling sering yakni pada kasus ortopedi (tulang) dan kasus pasien yang terkena tembakan.

Berita Terkait:  Wagub Buka Workshop Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah

Beberapa ruangan lainnya juga disediakan diantaranya, ruang isolasi, ruang jiwa, dan rehabilitasi narkoba. Tahun depan rencananya ruangan juga akan ditambah khususnya ruang VIV.

“Jadi alat baru dan canggih tahun ini sudah didatangkan. Tahun depan kita tinggal faktor pendukungnya,” terangnya. (NM3)