Beranda KESEHATAN KPU Pastikan Pasien RSUD Sumbawa Bisa Memilih

KPU Pastikan Pasien RSUD Sumbawa Bisa Memilih

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Komisi Pemilihan umum (KPU) Kabupaten Sumbawa mengunjungi RSUD Sumbawa dan RS H.L Manambai Abdul Kadir (RSMA) Sumbawa, Senin (15/4). Kunjungan ini untuk mendata dan memastikan pasien rumah sakit sebagai masyarakat pemilih dapat menggunakan hak suaranya pada 17 April mendatang.

Komisioner KPU Sumbawa, Muhammad Kanity kepada wartawan mengatakan, pihaknya mendatangi rumah sakit sebagai upaya melayani dan melindungi hak pilih pasien dan keluarga yang mendampingi.

“Tadi kami disambut baik oleh manajemen kedua rumah sakit yang kami datangi. Dan pihak manajemen kedua rumah sakit tersebut juga membackup data pasien, terutama by name by addres untuk kami klasifikasikan berdasarkan alamat mereka sesuai dengan KTP dan jenis pemilihan yang akan mereka gunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Berita Terkait:  Klaster Magetan Positif Corona Mulai Muncul di Sumbawa

Dijelaskannya, surat suara yang didapatkan oleh pasien nantinya disesuaikan dengan alamat KTP. Misalnya jika masih berasal dari wilayah Dapil I Sumbawa maka mendapatkan 5 surat suara.

Sementara jika dari luar Dapil menerima 4 surat suara, luar Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa barat (KSB) menerima 3 surat suara, luar Pulau Sumbawa menerima dua surat suara dan luar provinsi hanya mendapatkan satu surat suara saja yaitu Pemilihan Presiden.

“Kami berharap dengan data yang diberikan tersebut,  memudahkan kami dalam hal pelayanan. Karena sangat berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Kalau sekarang, Pemilu saat ini kita akan memasukkan mereka dalam kategori pemilih tambahan. Kalau dulu TPS langsung mendatangi pemilihnya, tanpa melihat darimana asalnya. Kalau sekarang kita harus berbasis KTP. Selama dia KTP berada di dapil yang satu Dapil dengan rumah sakit dalam hal ini Dapil 1, maka bisa kelimanya surat suara. Saat ini proses pendataan, sampai sore ini kami menunggu,” jelasnya.

Berita Terkait:  Sukseskan Revitalisasi Posyandu, 30 Ribu Kader Disertifikasi

Dalam pelaksanaannya nanti, Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) lah yang akan mendatangi para pasien yang didampingi satu orang keluarganya tersebut. Sementara bagi pasien yang sudah didata namun keluar dari rumah sakit pada tanggal 16 April malam, maka namanya akan dicoret.

“Jadi petugas KPPS akan mendatangi mereka berdasarkan by name by addres yang kami terima dari rumah sakit, bersama keluarga yang mendampingi satu orang. Jadi selain pasien juga keluarga yang mendampingi. Jika ada yang sudah didata tetapi ternyata sampai dengan tanggal 16 malam mereka sudah keluar maka kita akan coret namanya. Dan tadi kita juga sampaikan ke manajemen rumah sakit agar mengupdate datanya. Jika ada yang datang pasien baru laporkan, begitupula kalau ada pasien yang sudah keluar laporkan,” pungkasnya. (NM3)

Berita Terkait:  Roadshow di Loteng, Istri Gubernur NTB Sampaikan Tigal Poin Penting