Beranda KESEHATAN Kondisi Dua Warga NTB Positif COVID-19 Berangsur Membaik

Kondisi Dua Warga NTB Positif COVID-19 Berangsur Membaik

BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dr Nurhandini Eka Dewi.

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Rabu (25/3) Pemerintah Provinsi NTB telah mengumumkan bahwa jumlah warga NTB yang positif terjangkit Virus Corona (COVID-19) sebanyak dua orang.

Kedua orang yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki itu merupakan suami istri yang tinggal di Pulau Lombok, NTB.

Kepada NUSRAMEDIA, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi menyakini bahwa kondisi kedua orang positif itu dalam keadaan baik.

“Insya Allah, (kondisi dua orang positif) semakin membaik. Mari kita bersama mendoakan mereka,” ujarnya.

Saat ini lanjut perempuan yang kerap disapa Dokter Eka itu, mengungkapkan kedua suami dan istri positif COVID-19 sedang menjalani perawatan intensif di RSUP NTB.

Dimana perawatan mereka sambungnya, dilakukan sesuai SOP penanganan pasien positif COVID-19.

“Yang bersangkutan terjangkit pada saat mengikuti acara di Jakarta dan mereka sudah dirawat sejak tanggal 17 Maret 2020,” terang Dokter Eka.

Dokter Eka memberikan pemahaman kepada masyarakat luas. Orang yang dinyatakan positif, bukan berarti tidak dapat disembuhkan.

“Positif bukan berarti tidak bisa sembuh, artinya bukan akhir dari segalanya. Untuk penanganan lebih lanjut, petugas (kesehatan) kita sedang melakukan tracking kontak,” kata Dokter Eka.

“Itu, untuk mengetahui orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien dan selanjutnya dilakukan penanganan dan pemeriksaan,” imbuhnya.

Meski demikian, ia tak lupa juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mesti panik secara berlebihan.

Ia juga meminta agar masyarakat dapat menghindari keramaian dan tetap terus saling mengingatkan.

Pemerintah dalam hal ini terus memberikan himbauan dengan beberapa anjuran. Yaitu menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Kemudian mengkonsumsi makanan maupun minuman yang sehat. Serta giat berolahrga. Termasuk menjaga jarak dan kontak langsung.

Itu kata dia, adalah beberapa upaya pemerintah dalam menyikapi persoalan ini. Terlebih dalam memutus mata rantai penyenabaran maupun penuralaran COVID-19.

“Mari kita bersama terus meningkatkan kewaspadaan, diam saja dulu dirumah dan tetap tenang. Yang paling penting, mari ikuti anjuran pemerintah demi kebaikan kita bersama,” demikian dr Nurhandini Eka Dewi. (red)